10+ayat+alkitab+untuk+pernikahan

10 Ayat Alkitab untuk Pernikahan yang lebih baik

Sebagai seorang pengikut Kristus, Alkitab adalah buku pegangan untuk semua segi kehidupan saya. Termasuk didalamnya kehidupan pernikahan. Saya akan sharing, 10 ayat alkitab yang merubah pernikahan saya menjadi lebih baik.

1. Lakukan dengan Cinta (1 Korintus 16:14)

Kata cinta/kasih dalam ayat tersebut dalam bahasa aslinya adalah Agapao.  Agapao adalah bentuk kata kerja dari  Agape. Seperti kita ketahui, Agepe adalah cinta tertinggi, digambarkan sebagai cinta Tuhan kepada manusia. Dalam bahasa mudahnya adalah cinta yang rela berkorban. Sama seperti cinta yang sudah diberikan oleh Sang Penebus, Isa Almasih, yang rela memberikan nyawanya untuk gantikan kita. Demikianlah hendaknya kita memperlakukan pasangan. Setiap kata yang diucapkan, setiap tindakan yang dilakukan berdasarkan cinta Agapao, akan membuat pernikahan kita lebih manis. Dan orang disekitar akan dapat melihat perbedaan dalam pernikahan kristiani.

Aku tau tidak mudah. Aku sering mengalami sulitnya untuk mencintai saat keegosentrisan yang sia-sia dan menimbulkan perpecahan berkuasa. Jika hal itu terjadi yang aku lakukan adalah, mengingat kembali cinta kasih Tuhan yang tidak bersyarat untukku. Saat aku menjengkelkan, nakal, ‘ndablegh, ga nurut, ngeyel, Dia tetap mencintai saya. Itu yang membuatku mampu untuk mencintai pasangan. CintaNya yang berlimpah di dalamku mengalir keluar untuk pasangan.

2. Bersikap Ramah, Penuh Kasih Mesra, dan Saling Mengampuni (Efesus 4:32)

Dengan kekuatan sendiri, jelas sulit. Saat pasangan membuat kesal dengan ketidak perduliannya, melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang, atau mungkin selingkuh. Reaksi alami kita yang tidak rela untuk di sakiti, akan mempengaruhi respon kita. Saat reaksi alami itu muncul, kembali lagi ingat cinta Tuhan pada umat-NYA. Jika Almasih mampu untuk berlaku sabar, penuh kasih, dan mengampuni semua kesalahan manusia, Dia juga yang memampukan umat-NYA untuk menjadi sepertiNYA, karena sebagaimana keberadaan Al Masih, demikian juga kita di dalam dunia (1 Yoh 4:17).

3. Cinta itu sabar, murah hati, tidak iri hati, tidak sombong (1 Korintus 13:4)

Yup, ‘Agapao’ digunakan juga di ayat ini. Memang kelihatannya mudah dilakukan, tapi sifat egois kita membuatnya begitu rumit. Kenapa saya menggunakan ‘tidak iri hati’ instead of cemburu, karena saya pernah menjadi orang yang tidak bersuka cita dan iri saat melihat keberhasilan pasangan, lalu saat saya berhasil, saya menjadi sombong dan mengecilkan peranan pasangan saya.  Sampai saya baca ayat ini, dan ayat ini membuka mata saya.

Ayat ini telah membantu saya untuk menjadi rendah hati dalam menghadapi pasangan. Harapan saya, hal yang sama juga terjadi pada anda.

4. Saling menolong dalam menanggung beban, dengan demikian kamu menggenapi hukum kristus (Galatia 6:2)

Jangan pernah membiarkan pasangan anda, berjalan sendirian dalam setiap tantangan yang dia hadapi. Perjuangan seorang suami adalah perjuangan seorang istri. Saling mendukung dalam saat-saat sulit dan bersukacita bersama saat masa yang gelap telah berlalu, akan semakin menguatkan bahtera pernikahan.

5. Berkati orang yang mengutuk  dan berdoa untuk mereka yang menghina kamu (Lukas 6:28)

Tuhan memanggil kita untuk memperlakukan orang lain seperti cara Dia memperlakukan kita, dengan kebaikan, berlimpah kasih karunia, dan kasih sayang.

Alih-alih mengeluh tentang pasangan atau malah mengganggu pasangan dengan omelan, cobalah berdoa untuk pasangan. Dia membutuhkan cinta paling banyak pada saat dia ‘tidak pantas’ untuk dicintai.

6. Tunduklah seorang kepada yang lain (Efesus 5:21)

Bukan hanya istri yang harus tunduk pada suami, seperti tertulis di ayat selanjutnya, namun suami dan istri harus saling menaklukkan diri, seperti kepada Yesus.

Saat suami atau istri menempatkan kebutuhan dan keinginan pasangannya, diatas keinginannya sendiri, pernikahan menjadi lebih baik.

7. Laki-laki dan perempuan itu telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu (Kejadian 2:25)

Saya menyukai gagasan tentang ‘Pernikahan yang Telanjang’. Rancangan asli Tuhan untuk pernikahan sebenarnya sempurna, termasuk didalamnya banyak waktu telanjang, yang bukan hanya menunjukan aspek seksual dari hubungan pernikahan, tapi, ‘Ketelanjangan’ juga perlu terjadi pada tingkat emosional dan spiritual.

Telanjang adalah transparansi, kejujuran, keadaan dimana seseorang terlihat apa adanya dan respon penerimaan sepenuhnya atas kenyataan yang terlihat. Sangat penting dalam pernikahan, bahwa tidak ada satu pun yang perlu ditutupi antara suami dan istri.

8. Suami memenuhi kebutuhan ‘seksual’ istrinya, dan istri memenuhi kebutuhan ‘seksual’ suaminya (1 Korintus 7:3)

Banyak wanita setelah menikah, menganggap bahwa hubungan seksual bukan suatu ‘keharusan’, namun Alkitab jelas menuliskan agar suami dan istri saling memenuhi kewajibannya, termasuk didalamnya menjadikan kebutuhan seksual pasangan kita menjadi prioritas.

Jadi, jangan gunakan alasan ‘Saya sedang tidak mood’ terlalu sering 😀

Ketika pasangan memprioritaskan aspek seksual dalam hubungan mereka, hampir semua aspek pernikahan lain, biasanya akan meningkat.

9. Jangan menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:2)

Standar pernikahan dunia ini cukup kacau. Pornografi dijadikan rujukan (disarankan) untuk membuat pernikahan menjadi lebih baik. Padahal Tuhan Yesus sendiri berkata dalam Matius 5:28, ‘Jika kamu memandang wanita dan menginginkannya, maka kamu berzina’.

Ayat ini mengingatkan saya, bahwa kehidupan dan pernikahan saya tidak boleh bercermin pada dunia. Hanya Firman Tuhan saja yang menjadi dasar pernikahan dan yang membentuk pemikiran kita.

10. Jangan kuatir, hendaklah kamu berdoa dan bersyukur pada Tuhan (Filipi 4:6)

Ayat ini bukan sekedar nasehat pernikahan, namun berlaku untuk semua bagian kehidupan kita. Tuhan tidak ingin hidup kita dipenuhi dengan kecemasan dan kekhawatiran. Diatas segalanya, Tuhan rindu agar kehidupan dan pernikahan kita penuh suka cita dan damai sejahtera.

 

Sebagai kesimpulan, saya bisa tuliskan bahwa setiap pernikahan adalah keajaiban, dua individu yang sangat berbeda dipersatukan. Karena itu membutuhkan penghubung, saya biasa menyebutnya orang ketiga, yaitu Yesus Kristus, untuk dapat menyatukan keduanya dalam sebuah pernikahan. Jika Kristus bisa mengubah pernikahan saya menjadi  lebih baik dan lebih kuat, maka Yesus yang sama juga bisa merubah pernikahanmu menjadi lebih manis. Itulah doaku untukmu.

Related Post

Blueprint Hubungan Suami Istri Hubungan suami istri memang indah saat pernikahan bahagia, it's like heaven on earth. Namun saat pernikahan dalam fase kehancuran, it's like hell on e...
Apakah harus Bercerai atau Bertahan? 3 Masalah per... Apakah pernikahanmu, sedang dihadapkan pada pilihan untuk bercerai atau bertahan. Memang tidak mudah. Berawal dari beberapa minggu yang lalu. Saat ...
Saran Praktis: Pasangan dapat Dimenangkan Tanpa Pe... Mungkin kamu pernah dengar bahwa 'Iman tanpa perbuatan adalah mati'. Nah, dimenangkan tanpa perkataan adalah hasil dari perbuatan iman tunduk pada sua...
Orang ketiga dalam pernikahan Orang ketiga dalam pernikahan, seringkali di jadikan alasan kehancuran sebuah hubungan. Walaupun sebenarnya, jika terapkan dengan benar,  malah da...
Saat pernikahan bermasalah, ini yang saya lakukan. Pagi ini masih terpengaruh pada amarah tadi malam yang menggebu, dan langsung ambil keputusan untuk mengibarkan bendera putih, sebagai tanda ketidakma...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.