Family, Homeschool

10 Alasan memilih homeschool

Mereka bilang temukan alasan memilih homeschool. Cari lah jawaban dari Kenapa nya. Pertanyaan ini menghantui saya selama bertahun-tahun, karena saya tidak mampu menjawabnya.

Yang saya tau homeschool adalah sebuah revolusi  pendidikan yang mementingkan minat anak dan sangat personalized untuk setiap anak. Saya sadar, untuk keluarga kami,  homeschool adalah pilihan yang lebih baik dari pada sekolah pada umumnya.

Tapi kenapa?

Apa yang membuat saya berpikir seperti itu?

Tahun-tahun berlalu, satu persatu saya kumpulkan apa yang  telah saya pelajari dan dapatkan dari perkenalan dengan homeschooling.  Lalu saya tuliskan sebagai  10 alasan: kenapa kami memilih homeschool.

10 Alasan memilih homeschool

1. Panggilan Hidup

Homeschooling adalah panggilan hidup. Saya sadar keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama dalam pembentukan kehidupan seorang anak. Saat saya berkenalan dengan homeschooling, saya percaya, ini lah panggilan Tuhan dalam hidup saya. Yang lalu sejalan dengan panggilan hidup lainnya.

Sempat timbul perasaan takut gagal, dalam menyelesaikan panggilan Tuhan ini.  Saya meragukan kemampuan saya dan apa yang dapat Tuhan lakukan melalui saya.

Saya membiarkan anak pertama saya bersekolah lagi. Namun sekarang, saya tidak menyesali keputusan itu, karena pengalaman tersebut malah membuat kami yakin bahwa homeschooling adalah pilihan keluarga kami.

2. Keluarga

keluarga-homeschoolingHomeschooling mempersatukan keluarga kami. Memang aku dan suami sama-sama bekerja, namun hal itu tidak kami jadikan alasan untuk tidak homeschool. Hubungan kami sebagai suami istri semakin kuat, saat kami bekerja sama untuk mendidik anak. Hubungan anak-anak dengan papanya juga semakin membaik. Homeschooling merubah kehidupan keluarga kami. Homeschooling memberikan kesempatan kedua untuk saya dapat menemukan kembali kejeniusan saya, yang dulu ‘saya pikir’ tidak pernah saya milik.

Sambil saya membantu anak-anak untuk menemukan kejeniusan dan keunikan mereka. Dalam keseharian homeschooling kami, bukan saya yang mengajari mereka (anak-anak ), tapi saya yang banyak belajar dari mereka.

3. Cinta

alasan memilih homeschoolSaya mencintai anak-anak saya. Namun saya hanya lulusan SMA, apakah hal itu menghentikan kerinduan saya untuk bisa mendidik anak-anak saya? Jawabannya Tidak.

Tidak perlu orang tua dengan title S1 ( atau sarjana pendidikan), untuk bisa mendidik anak-anak nya sendiri. Jika kamu  ingin meng-homeschool-kan anak-anak mu, perhatikan kualifikasi dibawah ini:

  • Kamu suka membaca dan membacakan untuk anak-anak mu,
  • Kamu suka bermain dan menghabiskan waktu dengan mereka,
  • Kamu tidak keberatan untuk menjelajahi dunia bersama mereka,
  • Kamu suka melihat anak-anakmu mempelajari hal-hal baru,
  • Dan yang terpenting, kamu menyayangi mereka.

4. Anak-anak

Anak-anak suka belajar. Untuk mereka belajar adalah yang yang natural, seperti bernapas. Anak-anak belajar dengan mengikuti minat mereka, dari satu minat mengarah pada minat yang lain.

Mereka sangat ingin tau dan bersemangat sekali untuk menjelajah dunia. Sering kali kita orang dewasa yang ‘sengaja/tidak sengaja’  mematikan semangat belajar dan rasa ingin tahu mereka. Dengan cara marah saat anak bertanya, tidak memberikan jawaban yang benar  saat anak ingin tahu.

5. Legal

Bersyukur sekali bahwa pemerintah Indonesia sudah melegalkan Homeschooling, yang lalu di sahkan dalam  UU No. 20 Tahun 2003. Menurut UU tersebut ada 3 jalur pendidikan yang diakui, yaitu :

  • Jalur pendidikan formal (sekolah),
  • Jalur pendidikan nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan),
  • Dan jalur pendidikan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan). Homeschooling termasuk dalam kategori yang ketiga.

Peraturan terbaru mengenai legalitas Homeschooling adalah Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No. 129 tahun 2014, yang perlu di highlight adalah pengakuan bahwa ijazah murid homeschooling setara dengan sekolah formal.

6. Jadwal belajar yang fleksibel

Belajar-apa-saja-dimana-saja

Saking fleksibel nya jam belajar keluarga kami. Anak-anak bisa belajar di jam 5 pagi atau jam 11 malam. Dan semakin dewasa usia anak-anak, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan orang tua untuk menemani mereka belajar.

7. Sosialisasi

Ini lah momok terbesar dalam homeschooling. Banyak orang yang tidak pernah menjalani proses homeschooling, membuat penghakiman bahwa anak-anak akan menjadi aneh, karena sehari-hari hanya berteman dengan orang tua nya.

Mereka pikir sosialisasi adalah bersama dengan 40 anak lainnya dalam 1 kelas. Maaf membuat kalian kecewa, tapi bukan itu yang dinamakan sosialisasi.

Menurut KBBI, sosialisasi adalah proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya.  Dan aku yakin sekolah bukan satu-satunya tempat bersosialisasi.

Di pasar bisa, di lingkungan tempat tinggal, di tempat kerja orang tua juga boleh.

8. Biaya

Seperti yang sudah diketahui oleh orang tua secara umum, semakin personalized sebuah pendidikan, semakin sedikit murid di setiap kelas, berbanding lurus dengan biaya yang semakin mahal, baca : Private school.

Karena kami tidak memiliki uang puluhan juta untuk bayar spp dan keperluan sekolah tiap bulan. Homeschooling memberikan kami pilihan untuk mendidik anak-anak kami, dengan biaya yang dapat kami atur sendiri.

Biaya terbanyak yang kami keluarkan adalah untuk les-les yang mama tidak bisa ajarkan. Jika mama bisa menemukan sumber yang gratis di internet sebagai bahan ajar anak-anak, mama pasti akan mengajarkan sendiri pelajaran tersebut.

Biaya yang kami keluarkan perbulan sekitar 1jt-1,5 jt per anak. Bisa berkurang/bertambah tiap bulannya, tergantung apa yang sedang dipelajari oleh anak-anak.

9. Kurikulum

Dengan homeschooling kami bebas memilih mata pelajaran apa akan kami pelajari  tahun ini atau tahun depan.  Karena tujuan utama kurikulum adalah anak-anak menguasai bidang keahlian khusus. Jadi, anak-anak kami tidak perlu pintar disemua mata pelajaran.

10. Belajar mempercayai anak

Percaya-pada-anak

Belajar percaya pada kemampuan anak untuk belajar adalah salah satu hal yang sulit untuk lakukan oleh Ortu. Karena merasa sudah makan asam garam kehidupan, seringkali kita, ortu, mengecilkan kemampuan anak untuk memilih dan belajar apa yang menjadi  minatnya.

Kenyataanya, semenjak dalam kandungan bayi sudah belajar untuk mengenali suara orang tua mereka. Setelah lahir mereka belajar untuk mencintai, tersenyum, merangkak,  berjalan, berbicara, berlari, berpakaian sendiri, naik sepeda.

Sebelum mulai sekolah anak-anak telah belajar untuk mengerti dunia mereka. Dan seorang anak akan terus tumbuh dan belajar, meski tanpa sekolah.

Related Post

Ada Solusinya untuk Pasangan yang menolak homescho... Adakah solusi untuk permasalahan saya, soalnya pasangan menolak homeschooling? Apa yang akan terjadi, jika pasangan suami istri memiliki pandangan ...
Baca : 9 Alasan Absurd !! Jangan Pilih Homeschooli... Apakah kamu sedang memikirkan untuk memulai Homeschooling? Jika iya, kamu berada di tempat yang tepat. Karena, bukan cuma keunggulan, homeschool...
Anak usia sekolah, koq belum bisa baca?! Anak kedua saya, 6 tahun, sampai saat ini belum bisa baca. Dia masih nyaman dibacakan cerita tiap saat. Saya pun belum mau menghentikan kebiasaan memb...
7 Tips Emak Kantoran: Homeschooling dan Orang Tua ... Homeschooling dan orang tua bekerja. Banyak keragu-raguan yang muncul dan pertanyaan di topik ini. Jika saat ini ada ibu/bapak yang sedang memikirkan ...
Kamu bisa belajar apa saja, di mana saja Beberapa hari yang lalu, aku dan anak pertama ku bercakap-cakap, mengenai kemajuannya dalam belajar biola. Dari yang tidak bisa membaca not balok, ...

6 thoughts on “10 Alasan memilih homeschool

  1. Mbaaakk,, saya setuju bangeeett. Keinget kata ayah edy bahwa dengan menemukan minat bakat anak dapat mengefisiensikan biaya pendidikan. Dan beliau HS juga dan biaya pendidikan yang beliau keluarkan dengan mengajarkan sendiri anak2nya lebih hemat dibanding traditional school 😅 coba nonton tedx hackschooling mbak. Bagus bagi keluarga yang menjalankan HS. Hehe. Saya bakal sering kepo kesini nih. Hhe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.