buku

Alkitab bukan Buku Peraturan

Bayangkan… Hari ini adalah hari pernikahanmu. kamu sudah selesai melakukan upacara pemberkatan, dan pada saat kamu akan bersantai Pendeta memberikanmu hadiah, sebuah buku yang tebal tentang ‘Peraturan dalam Pernikahan’ “Baca ini” Katanya, “Rahasia pernikahan yang berbahagia ada didalamnya”

Kamu buka buku itu dengan bersemangat. Didalamnya kamu menemukan banyak sekali aturan dan pedoman: “Jujurlah, berbaik hatilah, selalu memperkatakan kebenaran, dengarkan dengan baik, tepati janjimu, bilang ‘tolong’ dan ‘terima kasih’, mudah memaafkan, jangan mengingini pasangan tetanggamu” dan masih banyak lagi lainnya. Pada awalnya kamu berpikir, ‘Wow, buku ini sangat berharga!! Aku pengen banget punya pernikahan yang sukses, maka dari itu aku akan melakukan semua yang di ajarakan oleh buku ini’

alkitab-bukan-buku-peraturan

Kamu terus membacanya dan menemukan lebih banyak lagi aturan tentang pernikahan dari pada yang mungkin bisa kamu bayangkan. Ada aturan untuk hari-hari khusus, musim yang berbeda, aturan tentang apa yang harus dimakan, dipakai, aturan tentang hak milik, aturan tentang keintiman, aturan tentang perencanaan keluarga, dan ratusan aturan lainnya.

Fiuh! Aku ga pernah tahu kalo pernikahan adalah kerja keras. Tapi, aku juga mau pernikahan yang diberkati, jadi aku akan ikuti aturannya. Bahkan aku akan bawa buku ini pada bulan madu kami.

Kemudian kamu membuka halaman terakhir buku itu dan menemukan pesan yang mengagetkan yang ditulis dalam Huruf besar.

Jika kamu mencintai pasanganmu, abaikan buku ini. Kamu tidak membutuhkannya. Jika kamu mencintai pasanganmu, kamu akan dapat melakukan semua aturan dengan mudah.

Harusnya ini jadi kabar baik.

Sangat melegakan! Aku bisa menaruh buku ini di rumah dan menikmati saat2 berdua dengan pasanganku.

Namun, ada beberapa yang tidak mau melakukan itu. Mereka tetap mempertahankan buku tersebut untuk berjaga-jaga. Berjaga-jaga dengan Hukum Taurat?! Tidak ada satu kondisipun dimana Aturan (Hukum Taurat) bisa menggantikan Cinta Sejati.

Tidak kah kamu mengerti?

Jika kamu mencintai pasanganmu, kamu tidak memerlukan buku yang berisi aturan itu, dan jika kamu tidak mencintai pasanganmu, semua aturan didalam buku itu ga akan mungkin bisa bantu kamu.

Beberapa orang memperlakukan Alkitab sebagai buku peraturan didalam pernikahannya dengan Kristus. Mereka pikir mereka akan memiliki pernikahan yang bahagia jika mereka melakukan segala sesuatu yang alkitab katakan, atau setidaknya segala yang Yesus katakan.

Namun, Cinta tidak bekerja seperti itu.

Jika kamu mencintai Yesus kamu tidak memerlukan aturan (hukum taurat), dan jika kamu tidak mencintai Yesus, aturan-aturan (bukan cuma 10 Perintah Allah, ada 613 aturan lainnya) itu ga akan bisa membantumu untuk mencintai Dia.

Cinta datang dari hati, bukan dari buku.

 

Diterjemahkan dari sini

Related Post

Buang Kekhawatiran dengan Meditasi Mazmur 23 : Tuh... Untuk bisa memahami  TUHAN ADALAH GEMBALAKU, pertama kita harus mengerti apakah gembala itu. Siapa yang mengucapkan. Untuk siapa ayat ini di tulis. Ka...
Blueprint Hubungan Suami Istri Hubungan suami istri memang indah saat pernikahan bahagia, it's like heaven on earth. Namun saat pernikahan dalam fase kehancuran, it's like hell on e...
Apakah harus Bercerai atau Bertahan? 3 Masalah per... Apakah pernikahanmu, sedang dihadapkan pada pilihan untuk bercerai atau bertahan. Memang tidak mudah. Berawal dari beberapa minggu yang lalu. Saat ...
Saran Praktis: Pasangan dapat Dimenangkan Tanpa Pe... Mungkin kamu pernah dengar bahwa 'Iman tanpa perbuatan adalah mati'. Nah, dimenangkan tanpa perkataan adalah hasil dari perbuatan iman tunduk pada sua...
Orang ketiga dalam pernikahan Orang ketiga dalam pernikahan, seringkali di jadikan alasan kehancuran sebuah hubungan. Walaupun sebenarnya, jika terapkan dengan benar,  malah da...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.