Anak-yang-suka-memberontak

Pesan dari anak yang suka memberontak

Mungkin karena gambar yang dishare di facebook oleh salah seorang keponakanku. Pikiranku melayang pada masa kecilku, dimana aku dibesarkan oleh Nenek dan tanteku. Aku tersenyum bahagia di foto itu. Meskipun di lain pihak aku dianggap sebagai anak yang suka memberontak. 😀

 

Entah karena kurangnya kemandirian atau filosofi jawa yang ‘mangan ora mangan asal kumpul‘. Anak-anak nenek beserta keturunannya, tinggal dalam satu rumah. Kecuali ibuku tentu saja, yang harus tinggal jauh dari rumah, agar bisa memberi makan anak-anaknya.

rumah anak yang suka memberontak

Memang rumah nenek sangat besar, jadi aku dan sepupuku tidak harus berbagi kamar. Dilain pihak, tinggal dengan keluarga besar, membuat aku terekspos dengan berbagai pola parenting dari nenek, tante, atau om. Ada yang memberikan teladan yang baik, ada juga yang buruk.

Aku tidak menyalahkan adik ibuku yang kala itu masih sangat muda, minim ilmu parenting, namun mau mengambil tanggung jawab untuk mengurus aku dan adik ku.

masa lalu tidak menentukan masa depan.

Atau, ibuku yang saat itu dihadapkan pada keputusan yang sulit. Begitu juga anggota keluarga yang lain. Semua pengalaman hidup, baik dan buruk, adalah proses pembentukan hingga aku sampai di titik ini.

Bapak, ibu… Kenali anak mu

anak yang suka memberontak
First Row, left to right : Boy (beloved brother). Ibu (loving mother), “Nek (My favorite), Mba Puput (cousin), Mimi (aunty), Cici (cousin). Second row, left to right : Me, Mba Ida (Cousin), Bi Agus (Aunty)

Namun, jauh dari orang tuaku, dan tanpa ada yang memberikan, pelajaran tentang citra diri yang benar. Membuat aku tumbuh jadi anak yang ‘insecure‘, sulit untuk percaya pada orang, labil, ‘self pity‘, tidak percaya diri.

Ditambah lagi, anggota keluarga lain yang sangat senang membanding-bandingkan anak satu dengan anak lain. Atau malah memberikan label negatif.

Contoh : ‘Ah… Kamu mah, nggi, main layangan mulu, udah item tambah dekil aja. Coba dong liat dia, bersih, wangi, karena nurut kalo disuruh tidur siang. Ga kaya kamu bandel! Kalo dikasih tau, ga pernah denger! Dasar ndablegh!’.

Anak nakal belum tentu nakal, mungkin dia cuma ingin tau

Aku yang memang aktif, dan selalu ingin tau, sering kali bertindak semauku. Dipicu oleh rasa penasaran, aku akan lepas semua bagian mainan untuk liat cara kerjanya.

Atau, aku akan masuk kedalam bak mandi keluarga kami, yang sangaaaat luas, sambil berimajinasi, aku ada di kolam renang. Now that my kiddos act like this, i know where that comes from, lol. 😀

Pernah aku dan sepupuku, sama-sama diberi hadiah boneka. Miliku, hanya bertahan 2 hari, karena dihari ketiga, orang rumah sudah menemukan, boneka itu botak, dengan tangan terlepas dari badan.

Padahal, waktu itu aku cuma mau liat, apakah benar ada rambut dibalik topi cantiknya. Ternyata tidak ada. Lalu aku juga ingin tau dari mana rambut cantik itu bisa tumbuh. Ternyata setelah aku periksa dan tarik-tarik, rambutnya hanya dijahit dan tidak bisa tumbuh lagi.

Untuk tangannya, aku tidak berniat mencopotnya. Saat aku ajak dia berayun di pohon, tangannya tidak kuat menahan aku. Aku jatuh, tangannya putus, disitu aku sedih. Lalu aku bersandiwara bahwa boneka yang rusak, adalah milik sepupuku. Eh… Aku malah dimarahi.

Tingkah laku tersebut tidak bisa diterima, dalam keluarga kami, itulah sebabnya aku dicap nakal bin bandel.

pemandangan dari rumah
View from home. So stunning right. That’s why I love to play in the fields and river.

Belum lagi urusan pelajaran sekolah, tidak tau apa trigger nya, aku benci sekali dengan matematika. Aku lebih suka olah raga, menari, menyanyi, main musik, oh ya, aku juga suka sejarah, bahasa.

Nilaiku bagus di pelajaran yang aku suka, tapi sangat juelek dipelajaran yang aku benci. Dan seperti kebanyakan orang tua yang lebih menghargai ilmu eksak. Sebagus apapun aku dibidang lain, aku tetap dianggap anak bodoh, jika dibidang eksak jeblok.

Citra diri yang buruk, pola pikir yang salah, ditambah dengan keras kepala, membuat aku membuktikan, bahwa apa yang mereka bilang, adalah benar adanya.

Dan Label anak yang suka memberontak tetap mengikuti hingga aku dewasa.

Citra Diri bisa di ubah

Tadinya aku mau nulis tentang personal development. Apa yang sudah aku pelajari dari para filsuf dan psikolog itu. Tapi, aku renungin lagi, apa yang mereka bilang cuma mengkonfirmasi tentang perubahan yang sudah terjadi didalam diriku.

Trus aku tanya ke diriku :

Apa yang membuat kamu ingin berubah? Aku tidak ingin anak-anak ku menjadi seperti aku.
Apa yang sudah kamu lakukan untuk berubah? Ngga ada.

Loh… Lalu apa yang bikin kamu berubah?
Apa ya…. Aku rubah pola pikir ku.

Yang tadinya aku pikir, aku anak yang suka memberontak, bandel, nakal, bodoh, ndablegh, keras kepala, tidak berguna, lemah, korban yang tidak berdaya.

Aku rubah ke :
Aku kesayangan Tuhan,
Walaupun semua orang meninggalkanku, Dia akan selalu disisiku.
Aku selalu dalam lindunganNya,
Kelahiranku bukanlah suatu kesalahan, karena
Dia sudah mempersiapkan masa depan yang indah sejak aku masih dalam kandungan.
Hidupku dalam dunia ini punya Tujuan

Dari pengalaman ini aku belajar, bahwa pola pikir yang diubahkan (Rm12:2), bisa memperbaiki citra diri, dan menghasilkan perubahan tingkah laku.

Nah citra diri itu apa? Citra diri adalah gambaran yang dipercaya/diyakini oleh seseorang tentang dirinya. Gambaran diri itu, bisa baik ataupun buruk, yang akan akan mempengaruhi tingkah laku manusia sehari-hari.

Hal ini dikarenakan, otak kita bekerja seperti komputer. Apa yang dimasukan/input hal itu juga yang akan keluar (output). Jadi jelas sekarang, jika kita selalu memikirkan hal yang negatif, kemungkinan kita memiliki citra diri yang negatif/buruk, maka hasil/tindakan yang keluar juga negatif/buruk.

Pesan dari anak yang suka memberontak.

Efek dari citra diri yang buruk, masa remaja hingga dewasa, aku habiskan untuk melawan orang tua. Di otak ku sampai mulut mereka berbusa pun, aku tidak akan mengikuti nasehat mereka.

Saat anak memberontak, artinya ada yang salah dengan cara didik ortu. Atau ada yg salah dengan cara berpikir si anak.

Bapak, ibu… Cinta perlu di tunjukan dan di katakan

Jadi, bapak dan ibu sekalian, kalo saat ini anak-anak/adik/pasangan, terlihat sedang menghancurkan hidupnya.

Jangan dimarahi
atau dimusuhi
Apalagi disuruh pergi

Ingatkan kembali betapa berharganya dia dimatamu, katakan mama/papa bangga punya anak seperti kamu, bahkan saat ‘kelihatannya menurut kita’ dia tidak membanggakan. (Its called compasion)

Benci perbuatanya bukan pribadinya. Katakan, benar mama/papa tidak suka melihat tingkah lakumu, tapi kamu harus tetap ingat, bahwa kamu anak mama/papa, dan mama/papa selalu sayang kamu. (It’s called love)

Isshh… Gimana sih, sarannya aneh, ga bagus!! Nanti klo dibilangin gitu, dia malah tambah parah lagi. Seakan-akan kita orang tua, ngasih ijin anak-anak untuk berbuat seenaknya.

Nope, itu cuma ketakutanmu, Pak/Bu. Saat anak mendapatkan kepastian cinta dan penerimaan dari orang tuanya, dia seperti diberikan kekuatan extra untuk menolak ajakan buruk dari teman2nya.

Kebanyakan teman-teman ku adalah orang-orang yang tertolak dirumahnya. Minim cinta orang tua, dimarahin terus iya.

Jadi saat mereka menemukan orang/komunitas yang mau menerima dan bersedia membela mereka.

Walaupun cuma geng yang berisikan preman-preman jalanan, mereka tidak perduli. Demi terpenuhi ‘perasaan ingin di terima’ dan ‘dicintai’.

Dan aku juga menemukan, teman-teman yang bisa menolak untuk ‘melakukan tindakan buruk’, karena dari rumahnya mereka secure. Saat aku bertandang kerumah mereka, aku bisa lihat mereka keluarga yang harmonis. Papa dan mama saling sayang. Papa berperan aktif dalam kehidupan anak2nya. Dan mama dengan bijaksana mendukung kegiatan anak-anak nya.

Belum terlambat untuk merubah nya. Jika perlu, bicara dengan konselor, atau lebih baik lagi, bicara dengan sang pencipta hidup.

Ceritakan masalahmu, dan biarkan Dia, memperbaiki hubungan keluarga yang retak. Ijinkan Dia memulihkan rasa yang telah hilang.

Ingat selalu, bahwa kamu berharga.

Pictures taken from pixabay and my nephew.

Related Post

Perlukah ada Bapak dalam hidup ?! Tulisan ini dibuat oleh seorang anak yang masa kecilnya dilewati tanpa bapak dalam hidup nya. Kehilangan rasa aman yang seharusnya disediakan oleh ...
7 Langkah untuk Sukses Menggapai Impian Setiap orang mempunyai mimpi. Namun orang yang sukses menggapai impian, tidak banyak jumlahnya. Mimpi dan impian adalah dua hal yang sangat berbeda...
Buang Kekhawatiran dengan Meditasi Mazmur 23 : Tuh... Untuk bisa memahami  TUHAN ADALAH GEMBALAKU, pertama kita harus mengerti apakah gembala itu. Siapa yang mengucapkan. Untuk siapa ayat ini di tulis. Ka...
Kamu bisa belajar apa saja, di mana saja Beberapa hari yang lalu, aku dan anak pertama ku bercakap-cakap, mengenai kemajuannya dalam belajar biola. Dari yang tidak bisa membaca not balok, ...
Nasihat Ayah : Persamaan Batu dan Nilai kehidupan Suatu hari, seorang anak bertanya kepada Papa nya, "Apakah nilai kehidupan ini?" Bukannya menjawab sang anak, papa nya malah memberikan sebuah batu k...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *