Batu-berharga

Nasihat Ayah : Persamaan Batu dan Nilai kehidupan

Suatu hari, seorang anak bertanya kepada Papa nya, “Apakah nilai kehidupan ini?”
Bukannya menjawab sang anak, papa nya malah memberikan sebuah batu kepada anaknya, dan berkata: “Anakku, bawalah batu ini ke pasar pinggir jalan itu, dan jika ada orang yang menanyakan harganya, jangan ucapkan apapun, hanya tunjukkan dua jari mu (Jari telunjuk dan jari tengah, membentuk angka 2)”

Anak itu langsung pergi ke pasar, dan seorang wanita bertanya: “Berapa harga batu ini? Aku ingin menaruhnya di taman ku”.

Anak itu hanya mengangkat kedua jarinya.

Lalu wanita itu melanjutkan: “20.000? Baik, saya mau beli batu ini”.
Sang anak pulang kerumah dan lapor ke papa nya: ‘Seorang wanita ingin membeli batu ini seharga 20.000’

Papa nya lalu menjawab: ‘Anakku, bawalah batu ini ke museum, dan jika ada orang yang bertanya berapa harganya, jangan ucapkan apapun, hanya tunjukkan dua jari mu’.

Anak itu pun pergi ke museum. Datanglah seorang pria menghampiri dan ingin membeli batu itu, lalu menanyakan harganya. Anak itu tidak mengatakan apapun, hanya mengangkat kedua jari tangannya.

Laki-laki itu menjawab: “2.000.000? Baiklah, saya ingin memiliki batu itu”.

Lalu anak itu pulang kerumah dan bilang ke papa nya: “Papa, ada seorang laki-laki yang ingin membeli batu ini, seharga 2.000.000”

Dan papa nya menjawab : “Anakku, tempat terakhir yang harus kamu kunjungi adalah toko yang menjual batu permata, tunjukkan batu ini kepada pemiliknya, dan jangan katakan apapun. Jika dia menanyakan berapa harganya, angkat kedua jarimu, seperti biasanya”

Sang anak, lalu pergi ke toko batu permata, menunjukan batu itu kepada pemiliknya, yang lalu berkata: “Dimana kamu menemukan batu ini? Batu ini adalah salah satu batu terlangka didunia, aku harus memilikinya, berapa yang harus aku bayar?”. Anak itu mengangkat kedua jari tangannya.

Pemilik toko lalu melanjutkan: “Aku akan membayar 2.000.000.000 untuk batu itu”.

Tidak tau harus berkata apa, anak itu langsung lari pulang ke papa nya dan berkata: “Papa, pemilik toko itu ingin membeli batu ini seharga 2 Milyar”.

Lalu papa nya menjawab : Anakku, apakah sekarang kamu sudah mengetahui nilai kehidupan mu?

 

 

Tidak masalah dari mana asal mu, dimana kamu dilahirkan, apapun warna kulitmu, atau banyaknya uang yang dimiliki orang tua mu. Yang penting adalah bagaimana kamu menempatkan dirimu, siapa orang disekitar kehidupan mu, dan cara kamu bersikap.

Jika selama ini kamu menganggap kehidupan mu adalah batu seharga Rp. 20.000. Mungkin selama ini, hidupmu dikelilingi oleh orang-orang yang menganggap kehidupan mu tidak berharga. Namun setiap orang, memiliki permata didalam dirinya.

Kamu bisa memilih apakah kamu ingin dikelilingi oleh orang-orang yang mengerti nilai hidupmu dan melihat permata yang ada didalam mu.

Kamu bisa memilih untuk menempatkan diri mu di pasar pinggir jalan atau di galeri batu berharga.

Dan kamu pun bisa memilih untuk melihat kedalam kehidupan orang lain, dan menemukan nilai diri mereka. Membantu orang lain agar mereka melihat permata yang ada di dalam dirinya.

Bijaksanalah dalam memilih orang-orang disekitar mu. Hal itu bisa membuat perbedaan dalam hidupmu.

 

From : Sean Buranahiran

 

Related Post

Kamu bisa belajar apa saja, di mana saja Beberapa hari yang lalu, aku dan anak pertama ku bercakap-cakap, mengenai kemajuannya dalam belajar biola. Dari yang tidak bisa membaca not balok, ...
Perlukah ada Bapak dalam hidup ?! Tulisan ini dibuat oleh seorang anak yang masa kecilnya dilewati tanpa bapak dalam hidup nya. Kehilangan rasa aman yang seharusnya disediakan oleh ...
WARNING: Kekerasan Seksual Pada Anak! Ajarkan 5 ha... Banyak orang tua yang enggan membicarakan kekerasan seksual pada anak. Namun, hal ini penting untuk kita bahas. Jika kita perhatikan, fenomena keke...
Pesan dari anak yang suka memberontak Mungkin karena gambar yang dishare di facebook oleh salah seorang keponakanku. Pikiranku melayang pada masa kecilku, dimana aku dibesarkan oleh Nenek ...
Kegiatan Anak Sebelum Tidur | FREE Cara Membuat &#... Banyaknya kegiatan anak sebelum tidur, seringkali menguras kesabaran kita, ya Mak. Kita sudah capek dan siap untuk istirahat. Tapiiii, balita kita ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *