kertas-daur-ulang

Bikin Kertas Daur Ulang

Hampir setiap sore dirumah kami hujan selalu turun, lumayan besar, kadang dengan angin dan petir menyertai. Saat-saat itu akan digunakan oleh Adek Karen untuk main air dibelakang rumah. Namun jika hujan deras tanpa angin dan petir, Karen akan main hujan-hujanan, di depan rumah, bahkan keliling komplek.

 

Hujan… Saatnya main perahu kertas

Di Sabtu sore, Hujan turun dengan cukup deras yang disertai petir dan angin, maka Karen cukup puas dengan main perahu kertas dibelakang rumah. Karena adek belum bisa membuat perahu kertas sendiri, maka adek meminta tolong pada kakak untuk dibuatkan. Perahu kertas itu tidak bertahan lama, setelah berputar-putar beberapa kali di bak akhirnya tenggelam. Kakak yang cukup terganggu karena adeknya bolak-balik minta tolong, akhirnya membuat 10 buah perahu kertas, dari kertas A4 bekas. Perahu kertas bekas yang sudah terkena air, lalu akan di remas-remas oleh Karen. Kertas yang sudah diremas-remas itu aku minta untuk dikumpulkan, ‘Dek, kertasnya kumpulin disatu tempat ya, nanti mama akan ajarin bikin kertas daur ulang’ kataku. Sesorean itu adek masih asik main air, sampai akhirnya kecapekan, dan tidur. Di ember belakang rumah, menumpuk kertas-kertas basah yang sudah diremas-remas dalam bentuk gumpalan.

Proses Pembuatan Kertas Daur Ulang

Minggu paginya, seperti biasa kami berangkat Ibadah, lalu setelah selesai kami mampir ke Perpustakaan Umum di TIM (Taman Ismail Marzuki). Perpus ini buka 7 hari seminggu, dari jam 08.00-16.00. Saat kami tiba dirumah hari sudah sore. Baru saja aku hendak membaringkan badan, untuk sejenak beristirahat, aku lihat Karen sudah asik main air dibelakang rumah. Sepertinya dia menagih janji untuk membuat kertas daur ulang. Tidak jadi istirahat, lalu aku menemani Karen main.

Minim peralatan, kami pakai alat-alat yang ada didapur untuk membuat Kertas Daur Ulang. Alat-alat yang digunakan :

  • Penyaring dari dandang nasi (ga tau namanya).
  • Kain syal tipis.
  • Bak/Baskom besar.
  • Pastinya kertas bekas.

Berikut step by step cara pembuatan Kertas Daur Ulang:

Step asli bisa dilihat disini (dalam bahasa inggris)

Proses-Kertas-daur-ulang

  1. Kertas basah yang sudah diremas oleh Karen, dimasukan kedalam bak. Karena sudah didiamkan selama 24 jam aku pikir tidak perlu diblender. Mohon maaf tidak ada foto, karena Karen sudah terlebih dahulu mencampur kertas basah kedalam bak. Foto no 1 adalah penampakan dari kertas yang sudah tercampur air, dan menjadi bubur kertas.
  2. Foto no. 2 adalah penyaring dandang yang kami pakai, foto no. 3 adalah kain syal besar, yang sudah kami potong jadi 4 bagian.
  3. Foto No. 4, 5, 6 adalah proses Karen menyaring bubur kertas didalam bak, agak susah memang, namun berhasil juga.
  4. Foto No. 7 adalah bubur kertas yang sudah berhasil disaring oleh Karen, yang nantinya akan dijadikan Kertas Daur Ulang.
  5. Kami biarkan air yang ada di penyaring agar menetes keluar. Untuk mempercepat proses keluarnya air, Karen mencoba untuk menekan bubur kertas langsung dengan tangan dan hasilnya telapak tangannya menapak jelas di bubur kertas. Solusinya, aku tambahkan kain diatas bubur kertas, lalu Karen lanjut menekan-nekan.  Alternatif lain untuk mengeluarkan air dari bubur kertas, bisa menggunakan spons, yang ditekan-tekan diatas bubur kertas.
  6. Setelah air di dalam bubur kertas berkurang, aku angkat kain dari penyaring dan menempelkannya di belakang Kulkas, lihat foto no. 8. Jika bagian belakang kulkas kalian menempel pada tembok, untuk proses pengeringannya bisa ditempelkan pada kaca. Setelah kain diangkat, penampakan bisa dilihat di No. 9.
  7. Karena bagian belakang kulkas cukup panas, maka keesokan paginya, kertas daur ulang sudah jadi dan bisa diangkat.

Penampakan kertas daur ulang yang sudah jadi seperti ini :

 

Kertas-daur-ulang

Bisa dilihat, bahwa ada kertas yang sobek pada bagian tengahnya. Aku pikir hal tersebut dikarenakan, saat proses penyaringan, bubur kertas kurang banyak yang tersaring. Jadi hasil akhirnya kertas daur ulang kurang tebal dan mudah robek.

Karen sendiri cukup senang melihat hasilnya. Lalu aku bilang pada kiddos, bahwa kertas daur ulang ini bisa digunakan untuk membuat kartu ucapan, tempat pinsil, pigura foto, dll.

 

 

 

 

 

Related Post

DIY Pembatas Buku Kali ini aku akan share cara buat DIY Pembatas buku. DIY sendiri adalah DO It Your Self, artinya kamu bikin sendiri. Dan Pembatas buku digunakan untuk...
Cara mudah membuat simpul pita cantik Membuat Simpul Pita Cantik, bahan Satin Membuat simpul pita cantik, salah satu DIY yang paling mudah. Hiasan-hiasan cantik dari pita, bisa di tempel ...
Baca : 9 Alasan Absurd !! Jangan Pilih Homeschooli... Apakah kamu sedang memikirkan untuk memulai Homeschooling? Jika iya, kamu berada di tempat yang tepat. Karena, bukan cuma keunggulan, homeschool...
Review Gitar Klasik Valencia untuk Anak 6 Tahun Saya sudah pernah menuliskan keuntungan memainkan alat musik untuk anak, dari pada sekedar mendengarkan musik. Setelah mengetahui hal ini, saya...
Anak usia sekolah, koq belum bisa baca?! Anak kedua saya, 6 tahun, sampai saat ini belum bisa baca. Dia masih nyaman dibacakan cerita tiap saat. Saya pun belum mau menghentikan kebiasaan memb...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *