Kekerasan-seksual-pada-anak

WARNING: Kekerasan Seksual Pada Anak! Ajarkan 5 hal ini untuk mencegahnya

Banyak orang tua yang enggan membicarakan kekerasan seksual pada anak. Namun, hal ini penting untuk kita bahas.

Jika kita perhatikan, fenomena kekerasan seksual pada anak, semakin meningkat belakangan ini. Hal ini di dukung dengan laporan dari KPAI, yang menunjukan peningkatan di 3 tahun terakhir.

Menurut KPAI Peningkatan Kekerasan Seksual pada anak terjadi  karena salah asuh. Masih banyak orang tua yang belum mampu untuk mengurus anak.

70 persen ortu di indonesia hanya meng-copy paste pola asuh yang diberikan oleh ortu mereka terdahulu.

Tanpa memperhatikan pesatnya perkembangan teknologi, yang mengharuskan ortu untuk meng-update pengetahuan dan memperbaharui pola asuh.

Banyak orang tua yang masih menganggap tabu (atau kelu?)  jika harus berbicara tentang pendidikan seksual pada anak.

Dan dalam sistem pendidikan di Indonesia, kurikulum tentang Pendidikan Seksual baru diajarkan pada saat Sekolah Menengah Pertama.

Lalu pertanyaannya, pada siapa kita harus melemparkan tanggung jawab agar anak-anak kita, sedari kecil mempunyai kesadaran seksual?

Dear mama, mari kita sama-sama memberikan Pendidikan Seksual untuk anak-anak.

Apa saja yang bisa kita ajarkan pada anak-anak kita, untuk mencegah Kekerasan Seksual pada anak ?

Publisher dari amerika memberikan poster simple. Yang di rancang untuk membantu ortu memberikan pelajaran tentang hal ini.

Lebih lanjut, kita akan membahas satu persatu tentang aturan keselamatan ini.

Kekerasan-seksual-pada-anak

  1. Tubuhku adalah milik ku

Masih banyak ortu di indonesia (demi menjaga  sopan santun) memaksa anak, untuk cium tangan, menerima ciuman, atau pelukan dari orang terdekat mereka.

Jika orang tua terus melakukan hal ini.

Anak tidak akan paham bahwa dia berkuasa atas tubuhnya.

Kita orang tua, perlu mengajarkan tentang kekuasaan atas tubuh pribadi pada anak-anak, semenjak kecil.

Tidak seorang pun bisa memerintah anak  kita untuk melakukan apa yang mereka tidak suka atas tubuh mereka.

STOP pemaksaan pada anak.

Ada banyak cara untuk menunjukan perhatian atau kasih sayang. Tanpa perlu memaksa anak untuk membiarakan orang lain menyentuh tubuh mereka.

Dengan kata-kata, nyanyian, atau tulisan, juga bisa.

Sama seperti kita orang dewasa tidak suka jika harus dipaksa cium tangan pada orang lain, dicium tanpa ijin, atau dipeluk dengan paksa.

Anak juga memiliki perasaan yang sama.

AJARI anak untuk menghargai dan berkuasa atas tubuhnya.

  1. Kenalkan konsep ‘Safety Network’

Safety network ini digunakan pada senjata api, sebagai kunci, untuk mencegah penembakan yang tidak disengaja.

Dalam konteks ini, Safety network adalah orang dewasa yang dekat dengan anak. Yang dapat jadikan tempat tujuan, jika mereka khawatir/ketakutan tentang apapun juga.

Orang-orang yang akan mendengarkan mereka tanpa mempermalukan mereka, orang-orang yang dapat dipercaya dan mempercayai mereka.

Kebanyakan anak, secara intuitif mengetahui, siapa saja orang-orang ini.

Namun untuk memastikan mereka mengerti ini, kita perlu mengajak mereka untuk me-list siapa saja orang-orang ini.

Biarkan anak-anak, memilih siapa orang-orang ini (meskipun mungkin hanya  sedikit). Kenyamanan anak-anak kita lebih penting, dari pada penilaian pribadi ortu.

  1. Pengenalan akan ‘Tanda Peringatan Dini’

Anak-anak kita harus mempelajari ‘Tanda Peringatan Dini’ dari potensi pelanggaran dan pelecehan.

Saat seorang anak mengalami trauma, mereka merasakan sesuatu dalam tubuhnya. Seringkali mereka tidak mengerti, sensasi yang terjadi di dalam tubuh mereka.

Kita bisa memberikan pengetahuan tentang tanda-tanda kegelisahan dan ketidak nyamanan yang mungkin mereka alami. Seperti berkeringat, ada perasaan aneh di perut mereka, denyut jantung meningkat, gemetar.

Lalu kita jelaskan, bahwa perasaan itu nyata. Bukan sesuatu yang harus mereka lupakan/buang. Mereka harus membagikan perasaan itu pada ‘Safety Network‘ mereka.

  1. Tidak ada Rahasia

Pelaku pelecehan seksual  seringkali membuat korban bersumpah untuk merahasiakan apa yang terjadi. Pelaku akan membuat korban benar-benar percaya bahwa menceritakan kejadian tersebut  adalah pelanggaran berat. Dan pelaku akan membuat korban menyesal telah menceritakan pada orang lain.

Itulah sebabnya mengapa kita mengajari anak-anak (dengan kasih), untuk tidak menyimpan rahasia, dari siapapun.

Katakan pada anak, bahwa jika ada orang yang memberitahukan sebuah rahasia. Yang membuat mereka tidak nyaman. Mereka tidak perlu menyimpannya. Dan mereka bisa memberitahukan pada salah satu ‘Safety Network’  sesegera mungkin.

  1. Ajari anak tentang ‘Bagian Pribadi’ dalam tubuh

Anak-anak kita perlu mengetahui bagian-bagian pribadi dalam tubuhnya, sedini mungkin. Dan jangan gunakan istilah kiasan untuk menyebut bagian tersebut, hanya akan membuat nya menjadi konyol.

Sebut saja sebagaimana adanya, ‘penis’, ‘vagina’, ‘anus’, dll. Jika kita bisa mengerti dan tidak menjadi malu, anak-anak pun bisa.

Saya tau, ini adalah percakapan yang tidak menyenangkan. Namun biasanya kita yang merasa malu bukan anak-anak kita.

Di sini kita dituntut untuk menjadi dewasa dan realistis. Agar anak-anak mengerti bahwa bagian tubuh mereka bukan sesuatu hal yang memalukan.

Anak-anak perlu diajak mengerti bahwa ‘bagian pribadi’ adalah milik mereka. Dan bagian tersebut tidak boleh disentuh atau diperlihatkan pada sembarang orang.

Anak-anak perlu mengetahui bahwa tidak tepat (tidak layak) jika ada orang dewasa yang ingin menyentuh bagian tubuh pribadi mereka. Atau sebaliknya, jika ada orang dewasa yang meminta anak-anak untuk menyentuh bagian tubuh pribadi orang tersebut.

kekerasan-seksual-pada-anak

Untuk mencegah kekerasan seksual pada anak, kita perlu membesarkan anak yang bisa mengenali kapan sesuatu yang tidak tepat sedang terjadi, atau telah terjadi.

Kita perlu membesarkan anak-anak yang bisa mengenali situasi yang tidak tepat, dan bisa mendengarkan intuisi mereka. Saat mereka merasa ada sesuatu yang salah akan seseorang atau suatu keadaan yang aneh.

Dan akhirnya, kita harus bisa membesarkan anak-anak yang akan datang kepada kita, saat mempunyai firasat bahwa mereka  telah melakukan kesalahan.

Indonesia Peduli pada Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak

Pemerintah indonesia pun ikut prihatin dengan fenomena kekerasan seksual pada anak, dan di buktikan dengan di keluarkan nya  Perppu Kekerasan Seksual pada anak, oleh presiden Republik Indonesia  Joko Widodo.

Walaupun demikian, banyak kalangan yang masih menganggap peraturan itu, kurang cukup untuk mencegah kekerasan seksual pada anak

Kakak mahasiswa dari UGM, yang juga perduli pada fenomena kekerasan seksual pada anak, mengambil inisiatif untuk mengenalkan pendidikan seksual pada anak melalui komik.

Kenapa komik yang dipilih?

Agar sebuah ide sampai kepada individu yang dituju, kita harus menggunakan bahasa yang digunakan individu tersebut.

Dan sudah jelas bahwa anak-anak suka komik. Contoh komik buatan anak bangsa, Sintas The Brave.

Ayo mama, mari kita mulai perubahan kecil yang bisa kita lakukan, yang sangat penting untuk anak-anak kita.

Mereka pantas mendapatkannya.

 

Related Post

Perlukah ada Bapak dalam hidup ?! Tulisan ini dibuat oleh seorang anak yang masa kecilnya dilewati tanpa bapak dalam hidup nya. Kehilangan rasa aman yang seharusnya disediakan oleh ...
Nasihat Ayah : Persamaan Batu dan Nilai kehidupan Suatu hari, seorang anak bertanya kepada Papa nya, "Apakah nilai kehidupan ini?" Bukannya menjawab sang anak, papa nya malah memberikan sebuah batu k...
Kegiatan Anak Sebelum Tidur | FREE Cara Membuat &#... Banyaknya kegiatan anak sebelum tidur, seringkali menguras kesabaran kita, ya Mak. Kita sudah capek dan siap untuk istirahat. Tapiiii, balita kita ...
Baca : 9 Alasan Absurd !! Jangan Pilih Homeschooli... Apakah kamu sedang memikirkan untuk memulai Homeschooling? Jika iya, kamu berada di tempat yang tepat. Karena, bukan cuma keunggulan, homeschool...
Review Gitar Klasik Valencia untuk Anak 6 Tahun Saya sudah pernah menuliskan keuntungan memainkan alat musik untuk anak, dari pada sekedar mendengarkan musik. Setelah mengetahui hal ini, saya...

6 thoughts on “WARNING: Kekerasan Seksual Pada Anak! Ajarkan 5 hal ini untuk mencegahnya

  1. Ngeri bgd sm hal kayak gini. Semoga terhindar dr yg begini begini. Amin.
    Aku jg ngusahain bgd nih mbk bwt memahamkan si kecil ttg area mana saja yg tdk boleh disentuh smbarang org.
    Makasih bnyak ilmunya ya mbk. Ternyata ada bbrpa point yg luput dr aku.

    1. Yang bikin greget, banyak orang dewasa di sekeliling anak, yg belum mengerti, privacy si anak (tentang kepemilikan pada tubuh anak)

      Cium sana, cubit sini, gendong sana, peluk sini. Padahal belum tentu anaknya mau.

      Saat anak bilang tidak/jangan, kita orang tua perlu mendukungnya. Gapapa deh dibilang ga sopan juga 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.