Dimenangkan-tanpa-perkataan

Saran Praktis: Pasangan dapat Dimenangkan Tanpa Perkataan

Mungkin kamu pernah dengar bahwa ‘Iman tanpa perbuatan adalah mati’. Nah, dimenangkan tanpa perkataan adalah hasil dari perbuatan iman tunduk pada suami.

Seringkali bahasa Alkitab itu terlalu tinggi untuk bisa dimengerti oleh orang awan. Tapi, dengan diberikan-Nya Roh Kudus yang juga adalah pemberi ilham dalam penulisan Alkitab.

Mendapatkan pengertian dari ayat-ayat dalam Alkitab bukan lagi eksklusif milik para profesor atau ahli teologi.

Semua orang percaya punya Roh Kudus. Dia juga yang membantu aku memberikan pengertian pada ayat-ayat yang (awalnya) aku pikir sulit.

Kalau kamu merasa iman Kristen itu melelahkan, mungkin selama ini kamu hanya beragama.Click To Tweet

 

Kekristenan adalah tentang hubungan pribadi dengan Kristus. Dan persekutuan pribadi dengan Yesus, tidak pernah membuatmu lelah. Berjalan dengan Tuhan menyegarkan jiwamu, memperbaharui pola pikirmu, mengobarkan semangat hidupmu.

Berjalan dengan Tuhan menyegarkan jiwamu, memperbaharui pola pikirmu, mengobarkan semangat hidupmu.Click To Tweet

 

Buah Roh melahirkan Perbuatan Iman

Setelah kamu tau bahwa berbuah adalah proses alami dari Roh yang mendapatkan cukup makanan, bimbingan Roh Kudus, dan Cinta Allah. Yang lalu ter-manifestasi melalui tindakan.

Maka kamu akan paham bahwa perbuatan iman adalah kepastian bagi setiap orang percaya yang bertumbuh dan berbuah.

Saat kita mengerti ini, ‘perbuatan iman’ bukan lah suatu momok lagi.

Mengingat kembali masa kecil ku, saat aku dituntut untuk berbuah dan melakukan perbuatan iman. Tanpa aku diberikan pengertian bahwa hal tersebut adalah keniscayaan, untuk orang-orang percaya yang memberi makan roh nya.

Dihantui oleh tanggung jawab yang harus dipikul oleh tubuh fanaku dan otak kecilku tidak bisa menerima tugas-Nya, aku pilih untuk lari dari Tuhan.

Tindakan Iman Abraham dan Rahab adalah manifestasi dari buah Roh

Aku menghukum diriku karena tidak bisa berbuah, menjauh dari Tuhan karena takut dihukum, jika aku tidak melakukan tindakan Iman.

Padahal jika kita baca cerita dalam Yakobus 2:14-26 mengenai ‘Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati’. Abraham melakukan tindakan iman ketika mempersembahkan Ishak adalah termasuk dalam buah Roh, disitu ada cinta, penguasaan diri, kesetiaan.

Tanpa itu semua, aku yakin Abraham akan ngomel-ngomel ke Tuhan. ‘Anak yang sudah lama di nantikan, koq malah disuruh di sembelih’.

Dan saat Rahab menyembunyikan mata-mata Israel utusan Yosua, buah Roh sukacita/kebahagiaan melatarbelakangi tindakannya. Kita sering dengar cerita bahwa Rahab melakukan itu karena telah melihat kehebatan Allah orang Israel, yang lalu memberikan pengertian, Rahab takut.

Namun jika kamu perhatikan kata ‘Ketika kami mendengar’ dalam bahasa aslinya Shama diterjemahkan juga sebagai bersukacita.

Aku bisa bayangkan, Rahab kecil yang mendengar (mungkin dari ibu atau neneknya) cerita tentang Allah orang Israel yang bisa membelah laut, dan memberikan ‘wilayah khusus’ untuk ditempati umat pilihan-Nya. Sambil mendengarkan dengan sukacita dia berpikir, “Wow… Ternyata, ada ya Allah yang hidup dan mau berhubungan dengan umat-Nya”.

Berkali-kali dia dengar cerita itu, menumbuhkan iman dalam hatinya, dan pas ketemu dengan 2 mata-mata. Rahab mengikuti respon alamiah nya, sebagai orang percaya.

 

Dimenangkan Tanpa Perkataan

Cinta bukan hanya di ucapkan oleh mulut, tapi di lakukan melalui tindakan 1 Yohanes 3:18Click To Tweet

Melakukan tindakan iman dengan mengandalkan usaha/kekuatan sendiri, hanya akan menyebabkan kelelahan.

Atau bahkan kebodohan, seperti yang pernah aku lakukan, 9 atau 10 tahun yang lalu.

Saat itu, aku sangat bersemangat mencari Tuhan, selain ibadah tiap hari minggu, aku ikut komsel wanita di tengah minggu, belum puas aku juga ikut doa semalam suntuk.

Dan suatu hari, saat pulang komsel wanita, aku berkhotbah tentang kewajiban suami (menurut Alkitab) dihadapan pasangan. Yang notabene bukan orang percaya.

Aku bisa ketawa saat ini, membayangkan reaksi pasangan saat itu, mungkin dalam pikirannya “Ngomong opo iki bojoku”. 😀

Saat itu, aku pikir aku melakukan perbuatan iman, yaitu menyebarkan Firman Tuhan.

Ternyata tidak!!

 Action speak louder than words.

Meskipun suami tidak pernah baca Alkitab, dia bisa melihat korelasi antara ucapan dan tindakan istrinya.

Sebelum tindakan bodoh yang aku lakukan, dia cuek. Tidak pernah melarang aku kegereja, walaupun juga tidak pernah menyuruh untuk pergi.

Dengan kejadian tersebut malah timbul larangan.

Menurut dia, “Percuma kamu baca Alkitab tiap hari, kegereja tiap minggu, tapi tidak bisa menghormati suami”.

Istri tunduk! Agar suami dapat dimenangkan TANPA PERKATAAN - 1 Petrus 3:1Click To Tweet

Dari situ, aku belajar untuk tunduk pada suami.

Aku bisa bilang, bukan hal yang mudah. Apalagi saat itu ‘menurut aku’ suami tidak layak untuk dihormati apalagi harus tunduk.

Menghakimi orang lain ‘tidak layak’, disebabkan oleh ‘rasa diri paling benar’. Padahal, sesungguhnya diriku pun sama adanya, tidak layak.

Pas aku nulis ini, aku heran sendiri, ternyata aku bisa ya jadi seperti orang farisi. Inget cerita tentang orang farisi dan pemungut cukai yang berdoa.

Bagaimana orang farisi berdoa dengan kesombongan, merasa diri benar dan pemungut cukai berdoa dengan hati hancur karena merasa tidak layak.

Puji Tuhan, kesombongan dan ‘merasa diri benar’ sudah dihancurkan oleh, cinta Yesus.

Ditambah lagi, saat aku baca Esther, yang mau tunduk (nurut) mengikuti saran kasim kerajaan.

Coba kamu pikir, di kasih saran oleh pria yang tidak berfungsi sebagai pria, mungkin lebih condong untuk bertingkah sebagai wanita.

Kenapa aku bilang begitu? Kasim (sida-sida) pekerjaannya mengurusi wanita milik raja. Apakah raja rela menempatkan pria normal disitu?

Dan Esther tunduk. Hasilnya adalah dia menjadi permaisuri, dan rakyatnya selamat dari pembantaian.

Saat kamu berubah, orang disekitar akan berubah

Manusia boleh berkata, disini kamu boleh memberontak, karena kegereja itu penting. Mendengarkan Firman Tuhan, berkumpul dengan saudara seiman, saling menguatkan.

Tapi, Firman Tuhan bilang Tunduk. Dan itu yang aku lakukan.

Lalu bagaimana aku bisa bertumbuh?

Pertumbuhan rohani, dihasilkan dari kedekatan hubungan dengan Tuhan dan makanan yang cukup bagi roh. Makanan tersedia bukan hanya di gereja, di youtube ada, lewat buku bisa.

Bukan berarti aku menyarankan untuk tidak usah kegereja. Percayalah, Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk menghasilkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya.

Saat marah aku membuka mulutku hanya untuk berbahasa roh. Menggantikan kebiasaan cerewet ku.

Sampai-sampai suami bilang, kamu kaya dukun komat kamit mulu. Tanggapan ku, cuma senyum (tanpa balas komentar) dan melanjutkan lagi.

Saat kecewa, aku langsung lapor pada Kekasihku. Cinta-Nya membereskan resah di hatiku dan memberikan kedamaian bagi batin ku.

Itulah sebabnya aku perlu orang ketiga dalam pernikahan, karena cintaNya nyata.

Bukan untuk selamanya aku tidak kegereja. Pertolongan Tuhan itu nyata, yang awalnya melarang, sekarang malah pergi bersama sebagai satu keluarga.

Rencana Tuhan Indah adanya, kerinduan-Nya bukan hanya menyelamatkan 1 orang, tapi seisi rumah. Sekarang, aku punya suami yang berbeda, lembut, penuh cinta, mau menolong, dan sangat menghormati.

Dimenangkan tanpa perkataan bukan hal yang mustahil. Hanya cinta yang bisa lakukan itu. Bukan cintaku padanya, tapi cinta-Nya padaku.

Suami istri penuh kasih Tiada malam tidur sendiri Hari minggu pun ditemani Tetap bersama sampai matiClick To Tweet

Keep on feeding God’s words and let His love changes you.

Keep on feeding God's words and let His love changes you. First inside you, then manifest to the outside.Click To Tweet

First from the inside, then manifest to outside

Related Post

Blueprint Hubungan Suami Istri Hubungan suami istri memang indah saat pernikahan bahagia, it's like heaven on earth. Namun saat pernikahan dalam fase kehancuran, it's like hell on e...
Apakah harus Bercerai atau Bertahan? 3 Masalah per... Apakah pernikahanmu, sedang dihadapkan pada pilihan untuk bercerai atau bertahan. Memang tidak mudah. Berawal dari beberapa minggu yang lalu. Saat ...
Orang ketiga dalam pernikahan Orang ketiga dalam pernikahan, seringkali di jadikan alasan kehancuran sebuah hubungan. Walaupun sebenarnya, jika terapkan dengan benar,  malah da...
10 Ayat Alkitab untuk Pernikahan yang lebih baik Sebagai seorang pengikut Kristus, Alkitab adalah buku pegangan untuk semua segi kehidupan saya. Termasuk didalamnya kehidupan pernikahan. Saya akan sh...
Saat pernikahan bermasalah, ini yang saya lakukan. Pagi ini masih terpengaruh pada amarah tadi malam yang menggebu, dan langsung ambil keputusan untuk mengibarkan bendera putih, sebagai tanda ketidakma...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *