Marriage

Blueprint Hubungan Suami Istri

Hubungan suami istri memang indah saat pernikahan bahagia, it’s like heaven on earth. Namun saat pernikahan dalam fase kehancuran, it’s like hell on earth.

Pernikahan bahagia membuat kehidupan di bumi terasa seperti disurga.Click To Tweet

Hari ini, saya pengen nulis status di FB karena kesel sama pasangan. Begini salah, begitu salah. Maunya apa sih?!

Kebingungan dalam hubungan suami istri

Saya sedang menikmati hari-hari pengangguran saya. Menyiapkan tulisan untuk blog, research, kursus online.

Nah, saat saya sedang serius belajar pake Pomodore teknik, dia telpon.

And his comment pissed me off.

Lagi semangat belajar (dalam kamar). Kamu bilang, Jangan ngedekem dikamar aja, jadi ga tau update disekitar kamu.

Lagi coba berkomunitas (seminggu diluar mulu), kamu komentarin, koq pergi-pergi mulu!!

Maunya apa sih?!

Mungkin kamu pernah mengalami kejadian seperti yang saya alami hari ini.

Kesal dan bingung akan keinginan pasangan.

Dulu… Saya akan konfrontasikan ke pasangan. Sambil marah-marah ga mau ngalah. Kadang dia juga bingung dengan analisa dan bukti yang saya pakai bahkan dari 2 atau 3 bulan sebelumnya.

Women, can you just let go the past?!

Sekarang… Saya akan lakukan yang dia INGINkan SAAT ITU.

 

Jadi kalo dia bilang, coba kamu keluar sebentar, lihat ada update apa disekitar rumah. I’ll do it my lord.

Kalo dia komen, ‘Pergi-pergi mulu!’. Your words is my command, lord. Segala undangan (yang tidak penting) keluar rumah akan saya tolak.

Saya tidak akan mencoba mengerti apa maunya. Namun, saya akan coba melakukan keinginannya.

Saat kamu baca ini, pasti kamu pikir, ah… istri yang baik.

Atau… Dasar bodoh, mau aja ngalah sama laki-laki!!

Kebahagiaan itu diciptakan bukan ditunggu!

Hubungan suami istri

Saya bukan keduanya. Saya hanya menciptakan kebahagiaan untuk saya.

This is me : I craved to control people around me. I demand to take a lead. I’ll frustrated when everything is not doing the way I doing it. This feeling drained my energy. It caused me unhappy.

Sampai saya sadar, saya tidak suka dipaksa, jadi untuk apa saya paksa orang lain melakukan keinginan saya.

Saya tidak suka di perintah untuk lakukan ini-itu, jadi untuk apa saya sibuk perintah sana-sini.

Bahagia memang bagian dari perasaan.

Namun tidak diciptakan oleh keadaan sekitar atau diberikan oleh orang lain.

Kebahagiaan diciptakan oleh diri kita sendiri.

Kebahagiaan itu diciptakan bukan ditungguClick To Tweet

Balik lagi ke kebingungan saya sama ‘maunya’ pasangan.

Sebagai wanita, saya sadar wanita lebih banyak ‘sulit dimengerti’ kemauannya oleh pria.

It’s normal guys. You don’t need to understand your women, just love her. Even when she’s not understandable.

Blueprints Hubungan suami Istri mula-mula

Ga aneh sih, kalo pria sulit mengerti wanita nya.

Lah, wong saat kami dibuat, situ lagi pingsan.

Pas situ bangun, udah ada mahluk cantik nan rupawan, yang nantinya bakal ngajak kamu berbuat dosa. (Berdasarkan kisah Adam dan hawa, Di Kitab Kejadian 1-3).

Disini kadang saya bingung.

Si Adam ada disamping Hawa saat ‘the sneaky serpent‘ ngerayu pasangannya.

What did he do?! Nothing!!

Apakah dia mengajak pasangan nya untuk pergi meninggalkan rayuan itu? Tidak!

Padahal dia adalah orang pertama yang diberikan perintah untuk ‘Jangan lakukan itu’.

Hawa belum ada saat perintah itu diberikan. Hawa hanya mendengar kan apa yang dikatakan oleh Adam, tentang larangan itu.

Dari sini kita bisa belajar banyak tentang hubungan suami Istri.

Ada 3 hal yang saya pelajari dari hubungan suami istri mula-mula.

1. Suami adalah kepala, istri adalah leher.

Adam yang pertama kali diciptakan, hawa diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan bagi adam.

Disini kita tahu bahwa pria lah yang awalnya memimpin. Itulah sebabnya ditulis bahwa suami adalah kepala.

Benar suami adalah Kepala namun sebagai istri kita adalah leher.

Kenapa saya bilang leher? Karena hawa bisa membuat adam melakukan apa yang dia mau.

Leher membantu kepala untuk kepala menengok.

Leher membuat kepala berada ditempatnya.

Leher tidak bisa melangkah seenaknya dan memaksa kepala untuk mengikutinya.

Keduanya akan merasakan sakit yang sama. Jika terus saling memaksakan kemauan masing-masing.

Kepala juga tidak bisa menyepelekan kedudukan leher.

Coba kamu bayangkan, saat leher putus apakah kepala masih berguna?

Seperti itulah hubungan suami dan istri.

Tidak ada yang namanya paling berkuasa. Yang ada hanyalah respect, saling menghormati. Karena suami dan istri menjadi lebih kuat saat bersatu.

2. Diamnya suami bisa membuat masalah besar.

Seperti yang saya bilang tadi, Adam tidak berkata atau melakukan apapun. Saat pasangannya dirayu.

Lain ceritanya kalau reaksi Adam menjadi, ‘Sayang, kita pergi aja yuk, dari sini. Lihat disitu masih banyak makanan enak yang bisa kita makan. Kamu mau aku naik kepohon itu? Aku akan ambil buah yang lezat itu untuk kesayanganku. Kamu tunggu sebentar ya sayang, aku akan melayanimu.’

Pria, inilah yang diperlukan oleh wanita mu.

Penuhi kebutuhannya akan rasa ingin disayang, diperhatikan, diajak bicara, dilayani, dan diperbaiki.

Menghadapi suami yang irit kata, pernah menjadi masalah dalam hubungan kami.

Pasangan saya sangat pendiam, sulit untuk mengungkapkan perasaan.

Saya menunggu dia untuk mengungkapkan perasaan.

Tired of waiting, I’ll take the initiative.

Saya ajak dia kencan romantis berdua, melayani dia, melakukan apa yang dia mau.

Lalu saya ajak bicara mengenai masalah ini.

Ini adalah perkataannya: “Saat saya masih tinggal bersama dengan kamu. Artinya saya masih sayang sama kamu. Saya mau kita bisa berdua selamanya, sampai jadi kakek nenek bersama.”

That’s it, No mambo jambo romantic words. But I trust him. And that’s what makes me love him. His simplicity and loving kindness captured me.

Baca juga : Menangkan hati suami

3. Wanita akan berinisiatif memimpin saat Pria tidak ambil kesempatan itu.

Dari kisah adam dan hawa kita bisa lihat saat pria tidak bisa memimpin, wanita yang akan ambil alih kemudi.

Karena ini bukan hal yang normal dalam hubungan suami Istri. Keduanya akan merasakan ada sesuatu yang salah atau kurang dalam hubungan mereka.

Suami saat melihat teman-teman pria yang bisa memimpin pasangannya akan merasa, wah ada yang salah ini dengan pernikahanku. Koq bukan aku yang memimpin.

Istri yang walaupun menikmati kepemimpinannya, pada akhirnya akan ada saat dimana dia lelah. Dan ingin merasakan dipimpin juga.

Keadaan ini jika tidak diselesaikan, akan menimbulkan masalah baru.

Bicarakan apakah suami ingin mengambil tampuk kepemimpinan, atau berdua mencoba bergantian.

Bisa dimulai dengan, istri belajar mengalah pada suami dan suami belajar mendengar kan istri.

Istri bisa membantu suami untuk menjadi pemimpin yang baik, dengan cara mempercayai nya.

Suami giat belajar, membaca, menonton, mendengarkan, cara menjadi pemimpin dalam keluarga. Bisa juga bergaul dengan orang-orang yang sudah terbiasa memimpin keluarga nya.

Jika pun suami masih belum siap, tak masalah. Asalkan keduanya saling setuju dan sepakat untuk saling melakukan bagiannya.

Tidak usah membandingkan pernikahan kita dengan pernikahan orang lain.

Hidup kita akan lebih simple dan bahagia saat kita meluangkan waktu untuk lebih banyak bersyukur dan tidak iri.

Hidup akan lebih mudah dan bahagia saat kita meluangkan waktu untuk lebih banyak bersyukur dan tidak iriClick To Tweet

Banyak orang belum mengerti bahwa pernikahan bisa diperbaiki jika kedua individu (bahkan kadang keluarga disekitar) menginginkannya.

Akhir kata, teruslah menciptakan hubungan suami istri yang sehat. Hal ini membantu pembentukan anak-anak yang baik.

Itulah, efek dari kekesalan saya sama suami. Karena kepanjangan tidak jadi saya tulis di FB.

Saya harap kamu bisa mengambil manfaatnya.

Dan tulisan ini bisa membuatmu semakin menyayangi pasanganmu.

Jika kamu pikir tulisan ini bisa bermanfaat untuk menguatkan orang lain, jangan sungkan untuk membagikan.

Related Post

Apakah harus Bercerai atau Bertahan? 3 Masalah per... Apakah pernikahanmu, sedang dihadapkan pada pilihan untuk bercerai atau bertahan. Memang tidak mudah. Berawal dari beberapa minggu yang lalu. Saat ...
Orang ketiga dalam pernikahan Orang ketiga dalam pernikahan, seringkali di jadikan alasan kehancuran sebuah hubungan. Walaupun sebenarnya, jika terapkan dengan benar,  malah da...
Saran Praktis: Pasangan dapat Dimenangkan Tanpa Pe... Mungkin kamu pernah dengar bahwa 'Iman tanpa perbuatan adalah mati'. Nah, dimenangkan tanpa perkataan adalah hasil dari perbuatan iman tunduk pada sua...
10 Ayat Alkitab untuk Pernikahan yang lebih baik Sebagai seorang pengikut Kristus, Alkitab adalah buku pegangan untuk semua segi kehidupan saya. Termasuk didalamnya kehidupan pernikahan. Saya akan sh...
Saat pernikahan bermasalah, ini yang saya lakukan. Pagi ini masih terpengaruh pada amarah tadi malam yang menggebu, dan langsung ambil keputusan untuk mengibarkan bendera putih, sebagai tanda ketidakma...

2 thoughts on “Blueprint Hubungan Suami Istri

  1. Kok saya betah baca tulisan2 kk yah? Dari awal sampai akhir aku baca semua, kayaknya aku bukan hanya terhanyut dalam tulisan tapi sebagian dan hampir semua yg ditulis diatas mirip dengan kisah pribadi (Bukan fiksi di blog) saya.. Hhhaaa… Bedanya aku pria (suami) hhaa…

    1. Ahahaha… Ini juga kisah pribadi aku, kak.
      Biar dari kesalahan aku, orang lain bisa belajar dan menjadi lebih baik dari aku 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.