Homeschool

Baca : 9 Alasan Absurd !! Jangan Pilih Homeschooling

Apakah kamu sedang memikirkan untuk memulai Homeschooling?

Jika iya, kamu berada di tempat yang tepat.

Karena, bukan cuma keunggulan, homeschooling juga punya kekurangan. Yang harus juga kamu pertimbangkan.

Paling tidak ada beberapa alasan yang akan membuat kamu berpikir untuk tidak memilih homeschooling.

9 alasan yang akan membuat kamu berpikir untuk tidak memilih homeschoolingClick To Tweet

1. Jangan Homeschooling! Hidupmu akan membosankan

Dengan memilih homeschooling, kebanyakan waktumu akan dihabiskan bersama anak-anak.

Artinya, berkurang banyak waktu me time.

Tidak lagi bisa bebas, hangout sama teman-teman.

Saya, sebagai orang tua dari anak-anak unschool.

Sering menggunakan saat-saat hangout dengan teman, kolega, sebagai tempat sosialisasi untuk anak.

Bawa anak-anak ke kantor? Sering banget.

Jadi, jangan pilih homeschooling.

Akan membuang waktu kamu yang berharga itu.

2. Kamu harus berhenti kerja.

Idealnya, saat kamu memilih untuk mengambil jalur pendidikan rumah, untuk anak-anak.

Salah satu dari orang tua, harus dirumah.

Siap menghadapi gaya hidup kamu, jika harus berjalan dengan satu income?

Kalo siap silahkan.

Belum siap? Jangan homeschooling!

 

3. Kamu bukan orang yang sabar

Hal ini penting untuk di pertimbangkan juga.

Jangan sampai rumah kita, hanya di isi dengan teriakan dan amarah.

Seperti itulah tahun pertama homeschooling kami.

Saat mama memaksakan kehendak apa yang harus dipelajari, walaupun anak-anak sudah menunjukan ketidak sukaannya.

Puji Tuhan, mama menyadari kesalahannya.

Dan mulai merubah cara belajar dan cara berinteraksi dengan anak-anak.

4. Kamu bukan guru.

Betul sekali, kamu bukan guru.

Jadi, jangan sekali-kali kamu berani berpikir untuk memilih homeschooling.

Apalagi saya.

Bukan sarjana pendikan.

Jangan homeschooling, lah !

Mau diajar apa anak-anak, sama emak tamatan SMA ?!

Apa yang dibutuhkan anak dari orang tua adalah menjadi fasilitas belajar.

Artinya, kita sebagai orang tua memfasilitasi proses belajar anak.

Termasuk jika kita tidak mampu menjadi fasilitas di bidang tertentu.

Silahkan meminta bantuan dengan pihak lain.

5. Anakmu akan di bully.

Jika kamu pikir, bullying hanya terjadi disekolah, kamu salah.

Bullying juga terjadi pada anak homeschooling.

Jika kamu pikir, bullying hanya terjadi disekolah, kamu salah. Bullying juga terjadi pada anak homeschoolingClick To Tweet

Jadi, pikirkan lagi saat kamu memilih untuk homeschooling karena ingin menghindari bullying.

Lebih baik, jangan homeschooling.

Anak kami bergaul dengan tetangga dirumah dan selalu di bully, karena tidak sekolah.

Anak-anak bisa sangat kejam, saat melihat orang yang berbeda.

Entah dari mana mereka mempelajari hal tersebut.

6. Anakmu akan nonton YouTube, atau main game seharian.

Hasil gambar anak homeschooling

Di tahun pertama, anak kami berhenti dari sekolah. Yang dia lakukan hanya menonton YouTube seharian, main game, atau menggambar.

Jangan homeschooling, gambar anak homeschooling, gampang

Tidak enak ya, keseharian keluarga homeschooling?

Makanya, Jangan Homeschooling.

Gambar berikut adalah (beberapa) hasil gambar Kezia, anak pertama kami.

Yang dia pelajari sendiri dari menonton YouTube, googling, tanpa ikut les, dan tanpa saya ajari.

gambar anak homeschooling, Jangan homeschooling

7. Anakmu akan jadi aneh.

Kenapa aneh?

Karena dia tidak punya teman sekolah, dan kesehariannya hanya diam dirumah.

Mungkin dia akan sulit bersosialisasi.

Jangan homeschooling, deh.

Anak homeschooling aneh

Foto hasil jepretan ibuk Puyi dan bapak Gepy

Bagaimana dengan teman di komunitas, teman di tempat les, atau teman mama?

Jadi, seperti apakah sosialisasi nyata dalam kehidupan?

Coba kamu pikirkan, bagaimana cara kita, orang dewasa, bersosialisasi?

Bukankah kita harus bisa berbaur dengan lintas usia.

Bekerja sama dan bernegoisasi agar mencapai win win solution.

Jadi, mungkinkah anak homeschooling bisa bertahan di dunia nyata?

8. Anak homeschooling tidak bisa kuliah

Serius nih?
Iya.

Bukan cuma anak homeschooling, produk sekolahan juga belum tentu bisa kuliah.

Namun, kabar baiknya.

Pemerintah sudah membuat keputusan untuk menjadikan homeschooling sebagai sesuatu yang legal.

Lagi pula kuliah atau tidak kuliah adalah pilihan masing-masing anak.

Kita bisa melihat banyak produk kuliahan yang menganggur.

Ada juga, individu yang tidak kuliah, namun berhasil.

Intinya adalah anak homeschooling bisa kuliah, jika mereka mau.

9. Jangan homeschooling! Rumah akan Berantakan

Kenapa berantakan?

Biasanya orang tua homeschooling rela membiarkan anak-anak untuk bebas berekspresi.

Namun, semua tergantung pada peraturan keluarga masing-masing.

Dirumah kami, sebelum dan saat kami memilih homeschooling, jarang sekali rumah kami rapih.

Bagian positive nya, anak-anak jadi bertanggung jawab untuk merapihkan setelah membuat berantakan.

Jadi kenapa saya taruh disini?

Saya ingin kamu berpikir.

Jika kamu, sulit untuk bisa membiarkan anak-anak belajar dari kesalahan, kegagalan, berantakan.

Jangan homeschooling!!

Jangan homeschooling

Pengalaman adalah guru yang paling berharga.

Termasuk saat seorang anak dipercaya, untuk belajar mandiri.

Sepertinya sudah cukup, alasan-alasan absurd untuk tidak memilih HS.

Apakah saya berhasil membuat kamu berpikir untuk tidak homeschool ?

Atau kamu punya ide lain, yang bisa saya tambahkan?

Agar tidak banyak orang yang, jatuh cinta pada jalur pendidikan alternatif ini.

Silahkan tulis di kolom komentar.

Related Post

Review Gitar Klasik Valencia untuk Anak 6 Tahun Saya sudah pernah menuliskan keuntungan memainkan alat musik untuk anak, dari pada sekedar mendengarkan musik. Setelah mengetahui hal ini, saya...
Kamu bisa belajar apa saja, di mana saja Beberapa hari yang lalu, aku dan anak pertama ku bercakap-cakap, mengenai kemajuannya dalam belajar biola. Dari yang tidak bisa membaca not balok, ...
Kursus Masak untuk Anak di STP Sahid Roxy Memasak adalah salah satu life skill yang harus dimiliki oleh anak-anak. Saat mama yang tidak jago memasak ini, mempunyai anak yang tertarik untuk men...
Perlukah ada Bapak dalam hidup ?! Tulisan ini dibuat oleh seorang anak yang masa kecilnya dilewati tanpa bapak dalam hidup nya. Kehilangan rasa aman yang seharusnya disediakan oleh ...
Anak usia sekolah, koq belum bisa baca?! Anak kedua saya, 6 tahun, sampai saat ini belum bisa baca. Dia masih nyaman dibacakan cerita tiap saat. Saya pun belum mau menghentikan kebiasaan memb...

6 thoughts on “Baca : 9 Alasan Absurd !! Jangan Pilih Homeschooling

  1. Dulu saya pernah pengen banget pilih home schooling untuk anak-anak. Tapi dnegan berbagai pertimbangan akhirnya gak jadi. Bukan karena gak suka lagi dengan konsep HS. Tapi memang karena alasan pribadi aja 🙂

    1. Setuju kak, kita yang paling mengerti keadaan keluarga kita.

      Resep yang sama belum tentu ampuh, untuk orang lain.

      Sama seperti, tidak semua anak, cocok untuk bersekolah.

      Begitupun, tidak semua keluarga, setuju untuk mendidik anak dengan cara homeschooling.

      Jalan boleh berbeda, asal bisa membantu ortu dan anak mencapai tujuan.

  2. Salut 🙂 . Aku pernah berfikir utk homeschooling buat anak2, tp suami ga sepakat. Aku juga ga mau sih kalo hrs ribut ama pasangan krn tidak sepakat buat hal krusial begini. Jadi ya sudah… Anak2 ttp sekolah..

    Membaca pengalaman orang2 lain yg anaknya HS, utk sementara cukup buatku. Apalagi kdg aku dpt ilmu baru, ttg ide2 mereka utk mengajarkan anaknya. Bbrp bisa dipraktekin utk anak2 yg bersekolah biasa.

    1. Emang tidak mudah, merubah pola pikir pasangan.
      Saat dia belum mengerti atau malah udah nolak duluan.

      HS jg bisa setelah sekolah juga, namanya ‘homeschooling after school’.

      Pilih HS atau tidak, yg terpenting adalah pola pikir ortu. Lebih positif dan menghargai anak.

      Walaupun tidak HS, ortu tetap bisa bergaul dekat, menggali potensi dan keistimewaan anak.

  3. Aku bingung deh, di Jogja ada lembaga pendidikan penyelenggara homeschooling itu maksudnya apa ya? Ramai terus kalau lewat sana. Bukankah homeschooling itu belajar mandiri tanpa tergabung dalam suatu lembaga?

    1. (Ah… Dikunjungi ibu suri, jadi ingat sesuatu 😀 )

      Harusnya homeschooling memang pendidikan berbasis keluarga (bukan lembaga)

      Penyebutan Homeschooling, memang jadi rancu, karena adanya lembaga2 tsb.

      Efeknya, kalo komunitas keluarga HS lagi kumpul. Orang luar yg blm tau, trus tertarik, nanyanya jadi gini: ‘kalo mau gabung biaya nya berapa?’ (gratis booo, kecuali ada kegiatan, bayarnya urunan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.