Cara kami rayakan Ulang Tahun Pernikahan Ke 12

Tanggal 23 Januari kemarin kami merayakan ulang tahun pernikahan ke 12. Hmm… Klo dipikir-pikir, amazed juga kita bisa tetap holding hand selama 12 tahun.┬áI would say, it’s not easy, but we can manage it.

It’s only by the grace of God that we still together until today.

Di jaman modern ini, tetap bersama sebagai suami istri hingga 12 tahun, memang bukan milik semua orang. Dengan banyaknya perceraian disekitar. Kami bersyukur kami bisa melewatinya bersama-sama sebagai keluarga, dengan Tuhan dipihak kami.

I have New Husband

Seringkali teman-teman bilang ke aku, ‘kamu sih enak punya suami yang sayang sama kamu, romatis, ga neko-neko’. Aku cuma senyum dengernya. Setiap keluarga punya pergumulan sendiri, begitu juga kami. Aku sadar, pasangaku, bukan suami yang sempurna, seperti aku juga bukan istri yang sempurna. Tapi kami punya Yesus, yang menyempurnakan pernikahan kami.

“Jika kamu ingin mempunyai orang ketiga dalam pernikahanmu, pastikan itu Yesus”.

Aku benar-benar mempraktekan quote diatas ­čśë . Dan hasilnya aku punya suami yang baru. Balik lagi ke saat kami merayakan ulang tahun pernikahan ke 12. ┬áKami harus minta ijin ke kiddos, kalo kami mau pergi berduaan.

Kasih tau ke kiddos, Mama & Papa are going to ‘Pacaran’

Walaupun sudah bertahun-tahun menikah, kami tetap menyediakan waktu untuk ‘Pacaran’.

Seringkali setelah pulang kerja kami nonton bareng. Kalo hari minggunya aku off sunday school, maka malam minggunya kami keluar untuk dinner, nonton live music, atau Hangout di pinggir laut.

Sebelum kami berdua keluar, kami selalu membiasakan untuk ijin ke kiddos. Jika mereka ingin ikut, silahkan. Namun, seringnya mereka menolak untuk ikut.

Beberapa hari sebelumnya, kami sudah sounding ke kiddos kalo papa dan mama mau pergi berdua untuk pacaran.

Awalnya kiddos ok, senang malah, bisa bebas. Tapi mendekati hari H, kiddos mulai berubah, dan mengajukan segala macam kesepakatan untuk bisa ikut.

Mama dan papa tetap pada kesepakatan pertama, kali ini, kiddos ga bisa ikut.

Bukannya kami ga sayang anak, tapi kami perlu waktu untuk berdua. Seringkali, karena kesibukan aku dan suami, kami jarang banget berduaan.

Seringnya saat aku dirumah, aku langsung dikuasai oleh kiddos. Suami kadang complain tentang hal ini, karena dia hampir ga punya waktu untuk berdua-duaan dengan aku. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk pergi berduaan saja.

Karena pertimbangan jarak dan waktu, kami ambil tempat yang ga terlalu jauh dari Jakarta, yaitu di Puncak, Bogor. Lewat traveloka, ┬ákami searching hotel mana yang cukup romantis dan pas dikantong ­čśÇ . Lalu kami memutuskan untuk check in di Parama Hotel, dan ambil kamar yang dapat breakfast. Kamu bisa baca review Parama Hotel disini.

We’re having superb time together. No need to explain in here, lah ya ­čśÇ

 

 

 

Related Post

Blueprint Hubungan Suami Istri Hubungan suami istri memang indah saat pernikahan bahagia, it's like heaven on earth. Namun saat pernikahan dalam fase kehancuran, it's like hell on e...
Apakah harus Bercerai atau Bertahan? 3 Masalah per... Apakah pernikahanmu, sedang dihadapkan pada pilihan untuk bercerai atau bertahan. Memang tidak mudah. Berawal dari beberapa minggu yang lalu. Saat ...
Orang ketiga dalam pernikahan Orang ketiga dalam pernikahan, seringkali di jadikan alasan kehancuran sebuah hubungan. Walaupun sebenarnya, jika terapkan dengan benar,  malah da...
Pasangan yang tidak sepadan Beberapa hari yang lalu, ada teman yang bertanya tentang kemungkinan berpacaran dengan orang yang tidak seiman. Aku jawab, jangan !! Karena mema...
Saran Praktis: Pasangan dapat Dimenangkan Tanpa Pe... Mungkin kamu pernah dengar bahwa 'Iman tanpa perbuatan adalah mati'. Nah, dimenangkan tanpa perkataan adalah hasil dari perbuatan iman tunduk pada sua...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.