Dalam-mobil.jpeg

Mobil di tabrak motor, di Puncak.

Saat liat keluarga kumpul dirumah, koq ya jadi pengen ngajak mereka jalan. Ga mewah sih, asal  bisa hangout bareng mereka. Dan tempat yang dipilih pun Puncak. (Kesitu lagi? Iya nih, deket sih 😀 ).

Menuju Puncak, Bogor

Sebetulnya dari rumah kami di Cileungsi, ada 2 rute yang bisa dilewati menuju puncak. Melalui Jalur alternatif Jonggol, dan Jalur konvensional Tol Jagorawi.

Namun karena kami pernah melewati Jalur Jonggol, dan waktu yang kami tempuh menuju puncak sampai 3-4 jam. Karena jalanannya tidak terlalu bagus dan rawan longsor saat musim hujan seperti ini. Maka kami memutuskan untuk lewat Tol Jagorawi saja.

Tapi setelah liat di google maps, jalanan Cileungsi sampai Cibubur merah. Wah, kami langsung cari jalan lain, lewat Jalan Setu Sari, keluar di Kelapa Nunggal, lalu masuk lagi ke Jalan Nambo, keluar di Jalan Citeureup, langsung masuk Tol Gunung Putri.

Memang jalan alternatif tersebut tidak terlalu bagus, banyak lubang sekitar 2-3km. Tapi better lah dari pada macet-macetan sampe pintu tol cibubur. Nah, di Jalan Nambo itu juga ada Mie Ayam Bakso yang enak dan murce. Tapi aku lupa namanya 😀 . Biarpun sering kesitu ga pernah di foto atau add tempat di google. Next time kesitu lagi, aku update ya. Mampirlah kita makan Bakso, karena saat kami datang (jam 18.30) Mie Ayam sudah habis.

Mobil kami ditabrak motor

Lanjut perjalanan ke Puncak, udah keliatan di gmaps ga macet. Mungkin karena masih sore kali ya, jadi yang malam mingguan belum pada naik. Nah setelah mega mendung jalan mulai tersendat.

Mobil-ditabrak-motor

Saat jalanan nanjak dan macet kami kaget, karena mobil kami tiba-tiba ditabrak dari belakang. Dan kedengaran oleh aku penabraknya meneriakan sumpah serapah. Emosiii booo…. Dia yang salah, koq dia yang nyolot. Langsung taroh Karen yang lagi tidur dan turun. Eh… pas diliat yang nabrak motor, dikendarai oleh 2 orang pria dan 1 wanita, semuanya tidak pakai helm. Wanita dan pria, yang dibonceng jatuh kejengkang. Yang paling parah pembonceng wanita, karena dia yang paling belakang. Motor posisi ngebut, tanpa helm, dan kepala belakang langsung ketemu aspal. Dalam keadaan pingsan, keduanya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Pengendara motor langsung di interogasi oleh suami. Jelas kelihatan dia dalam keadaan mabuk. Cukup lama juga prosesnya, karena ga nyambung saat diajak komunikasi. Lalu kami ke rumah sakit untuk mengecek keadaan korban, dan sampai kami pergi, korban wanita belum siuman. Setelah bicara dengan korban pria di RS, aku liat dia juga dalam kedaan mabuk dan shock, sulit untuk diajak komunikasi.

Dari kejadian itu, aku cari-cari info gimana cara penyelesaiannya. Pengennya aku sih bikin laporan ke polisi. Tapi setelah dapat masukan dari sana-sini, yang menyarankan ga usah. Jadilah kasusnya menguap begitu saja. Apakah aku salah dalam ambil keputusan? Aku ga tau. Ada saran apa yang seharusnya dilakukan dalam keadaan seperti itu?

Melanjutkan perjalanan

Tiga jam lebih kami berkutat di tkp dan rumah sakit. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tengah malam menuju dini hari, puncak semakin padat dan macet. Tidak booking hotel/villa, karena kami ga berencana menginap, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Cibodas. Dekat bumi perkemahan mandalawangi tempat kami dulu camping, ada warung-warung yang menyewakan bantal, selimut dan tempat rebahan. Biaya sewa satu malam Rp. 10.000/orang. Bisa juga pesan makanan dan minuman untuk menghangatkan tubuh, karena cuacanya memang dingin banget.

Adek Karen yang sudah tidur selama perjalanan, setelah sampai tujuan malah terbangun. Jadi saat yang lain capek dan ngantuk, karen malah antusias main. Orang-orang yang ingin beristirahat pun keganggu karenanya. Jadi, aku ajak dia main di mobil. Saat aku sudah ngantuk berat, aku bilang sama dia. Dia pun lanjut main sendiri dalam mobil.

 

Pagi harinya, karen membangunkan aku. Langit sudah mulai terang, Gunung Gede dan Gunung Pangrango terpampang jelas didepan mataku, masih diselimuti kabut. Ga setiap hari aku bisa liat yang seperti ini.

pemandangan-di-cibodas

Saat dini hari kami tiba disini, parkiran masih kosong. Pagi harinya sudah penuh dengan mobil-mobil dan penduduk setempat yang berjualan sayuran dan buah-buahan. Adek karen minta beli pisang, yang lalu kami makan dan  setekah sampai rumah kami olah jadi kue bolu pisang.

Setelah jalan-jalan, belanja, dan sarapan. Kami langsung menuju tangerang, karena ada acara kumpul-kumpul keluarga di tangerang.

 

 

Related Post

Pemandian Air Panas Ciparay Setelah 2 malam nenda di samping Curug Cihurang, kami melanjutkan perjalanan untuk keliling Taman Wisata Gunung Halimun Salak. Ternyata tidak jauh dar...
Camping Di Gunung Bunder Ketularan virus camping dari emaknya, kiddos jadi suka untuk isi liburan dengan camping. Libur natal tahun 2016, kami pergunakan untuk camping di Gunu...
Sawarna, The Hidden Paradise di Banten Ke Sawarna naik Motor?! Bisa Koq. Kali ini aku mau share pengalaman kami setahun yang lalu, saat mengunjungi Pantai Sawarna, yang menurut review ada...
Biaya Camping Keluarga di Mandalawangi   Temanya masih sekitar camping keluarga di mandalawangi. Berikut aku coba tuliskan biaya yang kami keluarkan saat camping keluarga di Mandala...
Mengunjungi Perpustakaan Nasional yang Baru Sejak dibuka untuk umum, di bulan September 2017. Baru, di awal Desember 2017, kami berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru. ...

One thought on “Mobil di tabrak motor, di Puncak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.