Homeschool

Mulai belajar dirumah

Beberapa bulan setelah kepindahan kami ke daerah Cileungsi, Bogor. Kami memutuskan untuk tidak meneruskan sekolah Kezia dan mulai belajar dirumah. Sudah hampir 1 bulan ini Kezia tidak masuk sekolah.

Nah, teledornya aku belum memberitahu kepada sekolah tentang rencana kami. Jadi kemarin, bapak wali kelas datang kerumah menanyakan Kezia.

Hari itu juga aku langsung menghadap dan memberitahukan rencanaku. Dan karena belajar dirumah bukan hal yang ilegal di Indonesia, tentu saja mereka menyetujuinya.

Aku hanya diminta untuk memberikan surat pernyataan bahwa aku bertanggung jawab atas pendidikan Kezia.

Lalu mereka akan mengeluarkan Kezia dari sekolah dan memberikan raportnya.

Tarik ulur belajar dirumah

Sebenarnya konsep belajar dirumah ini sudah aku kenal sejak tahun 2009.

Waktu itu Kezia masih berumur 4 tahun. Dan sedang bersekolah di PG Yayasan Marsudirini. Setelah selesai PG aku tidak mendaftar kan Kezia ke TK.

Mulailah, perjalananku dalam belajar mengenal, siapa anakku, dan bagaimana cara dia belajar.

Kegiatan kami di isi dengan bermain dan belajar bersama. Aku yang belum mengerti benar tentang konsep belajar dirumah, mulai memindahkan proses persekolahan ke rumah.

I’m doing school at home. Hasilnya, anakku tertekan, dan akunya stress (yo podo ae).

Karen-belajar

 

 

Waktu berlalu, aku melihat teman-teman yang mulai bersama-sama ditahun 2009, tetap konsisten dengan pilihan mereka untuk mendidik sendiri anak-anak mereka dirumah.

Walaupun banyak juga yang menyerah dan mengembalikan tanggung jawab kepada sistem persekolahan seperti aku. No judgment in here.

Aku tau sulitnya saat harus berjalan sendiri tanpa ada orang yang mengerti dengan jalan pikiranmu. Saat semua orang berkata bahwa kamu menghancurkan hidup anak-anakmu. Belajar dirumah bisa jadi bukan hal yang mudah, namun juga bukan hal tidak mungkin untuk dilakukan.

Kemarin, dalam perjalanan kami berangkat bekerja, aku dan suami bercakap-cakap, tentang hal ini.

Dia mempertanyakan keputusanku.

Dia tidak setuju dengan keputusanku.

Dia khawatir dengan masa depan anak-anak kami.

Aku tidak menyalahkannya, karena sampai sekarang pun aku masih ragu dengan diriku. ‘Aku heran sama kamu, kamu tetap semangat kuliah, tapi anak-anak malah kamu keluarkan dari sekolah’ begitu katanya.

I’ve been asking that question too.

Kenyataanya, mitos bahwa anak-anak homeschool tidak bisa kuliah sama sekali tidak benar. Disini kamu bisa menemukan cerita dari anak-anak Mbak Moi yang belajar dirumah dan sekarang sudah lulus UI.

Bersyukur aku diberikan suami yang mau belajar berkompromi dengan keputusan istrinya dan mau bekerja sama bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak kami.

 

Proses Deschooling

Dulu, saat aku pertama kali aku memindahkan  Kezia dari sekolah untuk belajar dirumah. Secara harfiah aku langsung menjadikan kamar  sebagai ruang kelas.

Ga ada yang salah dengan hal itu. Menjadi salah saat aku menerapkan pola pikir persekolahan kedalam pola pikir belajar dirumah.

Aku pikir aku harus menjadi guru yang produktif, dan jika tidak mengerjakan worksheet anak-anak tidak belajar.

Sekarang, aku sudah lebih santai. Belajar tidak harus mengikuti pola tertentu. Belajar bisa dimana saja dan gurunya bisa siapa saja.

Untuk anakku yang 6 tahun, maksimal rentang waktu dia memperhatikan pelajaran atau mengerjakan worksheet adalah 10 menit. Jadi kebanyakan aku akan membiarkan dia mengeksplorasi, bermain, dan membacakan cerita jika dia meminta.

Untuk Kezia (11 yo) aku sedang mempraktekan proses descholing, proses dimana aku memberikan kebebasan pada Kezia untuk tidak mempelajari apapun, menikmati kebebasannya tanpa belajar disekolah, membuang pola pikir yang lama dan menaruh pola pikir yang baru.

Lalu apakah benar Kezia tidak belajar sama sekali? Di rumah Kezia mulai belajar menjahit, yang memang menjadi salah satu hobinya. Dia menemukan buku resep masakan punyaku dan mempraktekannya, bahan-bahan dibelinya dengan uang tabungannya sendiri. Setiap hari bersama adiknya, dia bertanggung jawab untuk kebersihan dan kerapihan rumah. Bosan main game dan nonton Youtube, dia mengganti kegiatannya dengan membaca buku. Hanya karena Kezia dan Karen tidak bersekolah, bukan berarti mereka tidak belajar.

 

Step selanjutnya

Mancari keluarga lain yang juga belajar dirumah. Karena saat kamu bertemu dengan teman seperjuangan, kita akan saling menguatkan.

Memaparkan anak-anak pada berbagai rangsangan, buku, game, majalah, totonan pada topik yang mereka minati.

Memberikan kursus pada bidang yang tidak bisa kita ajarkan pada mereka. Sering lakukan kegiatan bersama anak-anak, mengunjungi tempat-tempat baru, bertemu orang-orang baru. Terus belajar, sabar dan percaya bahwa saat anak-anak berminat pada topik tertentu mereka akan belajar tentang hal itu.

 

Sumber Belajar

Rumah inspirasi Tempatnya Mas Aar dan Mba Mira, sharing tentang proses HS ketiga anaknya.

Merah Ceri Banyak gratisan dari mba Maya lestari

The DeNeLs Perjalanan HS Mikayla dan Vyel, yang ditulis oleh mamanya.

Homeschooling Jakarta Proses HS keluarganya mba Mela bersama Ali dan Husayn.

Ratna Wonderful Life Blognya Mba Ratna Kusuma Halim praktisi HS

A to Z Homeschool  Banyak yang bisa dipelajari disini

Free Rice Belajar dan bermain sambil mendonasikan nasi untuk yang memerlukan.

Free range kids  Bagaimana membesarkan anak-anak yang mandiri.

Self made scholar Kelas gratis

Online College Panduan untuk anak-anak HS yang mau meneruskan ke perguruan tinggi.

Reading Rants Blognya pustakawan yang memberikan saran-saran bacaan untuk anak-anak muda.

Coursera Kursus online gratis

 

 

Related Post

Baca : 9 Alasan Absurd !! Jangan Pilih Homeschooli... Apakah kamu sedang memikirkan untuk memulai Homeschooling? Jika iya, kamu berada di tempat yang tepat. Karena, bukan cuma keunggulan, homeschool...
7 Tips Emak Kantoran: Homeschooling dan Orang Tua ... Homeschooling dan orang tua bekerja. Banyak keragu-raguan yang muncul dan pertanyaan di topik ini. Jika saat ini ada ibu/bapak yang sedang memikirkan ...
10 Alasan memilih homeschool Mereka bilang temukan alasan memilih homeschool. Cari lah jawaban dari Kenapa nya. Pertanyaan ini menghantui saya selama bertahun-tahun, karena saya t...
Kamu bisa belajar apa saja, di mana saja Beberapa hari yang lalu, aku dan anak pertama ku bercakap-cakap, mengenai kemajuannya dalam belajar biola. Dari yang tidak bisa membaca not balok, ...
Kursus Masak untuk Anak di STP Sahid Roxy Memasak adalah salah satu life skill yang harus dimiliki oleh anak-anak. Saat mama yang tidak jago memasak ini, mempunyai anak yang tertarik untuk men...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.