Nonton Divergent; Allegiant

 

Jadi, maret kemarin aku ngerayain ultah dengan kencan sama mantan pacar, nonton  Divergent: Allegiant. Karena emang aku ngikutin dari yang pertama Divergent (2014) lalu Insurgent (2015), jadi penasaran (pake banget) sama film ini.

Ternyata Divergent itu berasal dari Novel Karya Veronica Roth,  Divergent Trilogy yang artinya terdiri dari 3 bagian yang saling berhubungan dan mengembangan satu tema sumber. yaitu Divergent (2011), Insurgent ( 2012), Allegiant (2013)

Kenapa aku suka sama Beatrice Prior, karena dia ga sombong ataupun rendah diri setelah dia tahu dia berbeda (focus to your self is the worst thing you can do). Bagaimana dia punya harapan yang baik, bahwa diluar kotanya, Chicago, akan ada pertolongan, yang membuat dia mau keluar untuk membuktikan. Dan bahkan saat pertolongan yang dia harapkan ternyata mengecewakan, dia tidak putus asa.

Ada satu scene saat mereka ber 5 baru keluar dari Chicago dan sampai di fringe, bumi yg penuh dengan radiasi (ga ngerti radiasi apaan) bahkan hujannya pun merah seperti darah, mereka kaget karena dunia luar bukan seperti yang mereka bayangkan, so hopeless and no one there. Dan saat mereka berlima dikejar di fringe karena kabur dari chicago, pertolongan yang tidak disangka-sangka itu datang dan mereka selamat.

Seringkali kita sebagai manusia saat dihadapkan pada permasalahan langsung putus asa dan ga tau mau ngapain atau mau kemana. Tapi Tuhan sudah tau kita akan jadi apa, trusting God for your future is the best thing that you can do, because He love you and knows your ways, He love you and already have the best plan for you. Tetap percaya.

Gemes, liat David yang sok ngatur umat manusia (Dia kira dia Tuhan?!) mengkotak-kotakannya dalam fraksi. Mencoba memperbaiki sifat manusia dengan menghilangkan sifat2 buruk, ehh.. ternyata gagal. Lalu mencoba untuk menghapus ingatan manusia, agar semua bisa kembali ke awal.

Praise The Lord, aku punya Tuhan yang ga seperti David, Tuhanku sangat sayang sama manusia dan menghargai keputusan yang kita (manusia) ambil. Tuhan tidak akan mengganggu free will/kehendak bebas manusia. Maka dari itu bijaksanalah dalam menggunakan kehendak bebasmu.

Related Post

Mengunjungi Perpustakaan Nasional yang Baru Sejak dibuka untuk umum, di bulan September 2017. Baru, di awal Desember 2017, kami berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru. ...
7 Pelajaran Kehidupan dari Justice League Hari Minggu pertama di bulan Desember, saya dan anak pertama, kencan berdua. Kami nonton film Justice League dari DC di bioskop Sunter. Berikut 7 Pela...
Review Film Burnt 2015 Bradley Cooper Review Film Burnt, Release Tahun 2015 Bradley Cooper berperan sebagai Chef Adam Jones. Pria yang pernah berada di puncak tertinggi chef yang lalu keh...
Kampung Strawberry di Bandung Selatan Bandung selatan yang dingin dan lebih tenang dibanding Bandung Utara (baca Lembang), menjadi tujuan liburan kami kali ini. Setelah memilih-milih beber...
Review Gitar Klasik Valencia untuk Anak 6 Tahun Saya sudah pernah menuliskan keuntungan memainkan alat musik untuk anak, dari pada sekedar mendengarkan musik. Setelah mengetahui hal ini, saya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.