orang-ketiga-dalam-pernikahan

Orang ketiga dalam pernikahan

Orang ketiga dalam pernikahan, seringkali di jadikan alasan kehancuran sebuah hubungan. Walaupun sebenarnya, jika terapkan dengan benar,  malah dapat mempersatukan hubungan yang hancur.

Ga percaya ? Let’s dive in.

Orang Ketiga dalam Pernikahan yang menghancurkan

Wanita-menangis
Photo by Kat Jayne from Pexels

Banyak orang dewasa yang belum siap secara mental/pikiran namun karena dipaksa oleh (satu dan lain hal) umur yang sudah dewasa (kalo ga mau dibilang tua) akhirnya memutuskan untuk menikah.

Selingkuh = Belum dewasa

Pikiran anak-anak di dalam tubuh yang dewasa ini, cepat atau lambat akan memberikan banyak sekali masalah dalam kehidupan pernikahan.

Pikiran anak-anak di dalam tubuh yang dewasa. Akan memberikan banyak masalah dalam kehidupan pernikahan.Click To Tweet

Pikiran seorang anak masih seputar enak vs tidak enak, bagaimana mendapatkan yang enak dan menolak yang tidak enak. Jika kemudian ditambahkan lagi dengan tidak adanya kemampuan untuk mengelola kekecewaan (karena tidak bisa mendapatkan yang enak) maka hasilnya akan lebih rumit, karena berujung pada ledakan emosi.

Itulah sebabnya tidak heran jika ada individu yang ‘tidak puas’ dengan pasangannya, mencari solusi dengan mengambil orang ketiga dalam pernikahan.

Berikut beberapa alasan yang diutarakan oleh pria sebagai pembenaran atas pilihannya untuk selingkuh:

  • Cinta untuk istriku telah habis
  • Istriku tidak bisa memberikan keturunan
  • Istriku membosankan, tidak seperti dulu lagi
  • Istriku tidak bisa menghormati ku
  • Aku sudah tidak bahagia dengan istriku

Tidak melulu pria, wanita pun jika bisa mengambil langkah ini, jika dia ‘merasa’ bahwa pasangannya sudah tidak mencintainya lagi. Beberapa alasan yang digunakan oleh wanita adalah:

  • Suamiku sudah tidak mencintai ku lagi
  • Dia selalu sibuk dengan pekerjaannya
  • Dia tidak pernah memperhatikanku
  • Aku sudah bosan denganya
  • Aku tidak bahagia hidup dengan suamiku

Perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak saat membuat keputusan, mengambil tindakan, atau menemukan kesalahan, dapat dilihat dalam tabel berikut :

     Anak-anak           Orang Dewasa
  • Tidak bisa membedakan antara ingin dan perlu
  • Mengerti bahwa perlu, lebih penting dari pada ingin
  • Belum mengerti bahwa kebahagiaan berasal dari dalam
  • Paham bahwa setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaan nya sendiri
  • Bertindak tanpa berpikir
  • Bertindak setelah melalui perenungan
  • Belum mengerti akan tanggung jawab
  • Bertanggung jawab atas keputusannya
  • Cepat untuk menyalahkan orang lain
  • Lebih fokus mencari solusi, dari pada memperbesar kesalahan

Setelah melihat perbedaannya kita tahu bahwa individu dengan mental yang dewasa tidak akan mengambil langkah untuk selingkuh.

Hilangnya cinta dan kebahagiaan

Kebanyakan alasan yang diutarakan dalam kehancuran sebuah hubungan adalah tentang hilangnya cinta dan minimnya kebahagiaan. Walaupun adalah kesalahan jika cinta dan kebahagiaan yang dijadikan alasan saat orang mengambil keputusan untuk menikah.

Loh.. Bukannya itu alasan yang tepat untuk menikah? Tanpa cinta bagaimana sebuah pernikahan bisa bertahan?!

Betul, bahwa cinta merupakan (salah-satu roda) penggerak pernikahan. Tapi jangan gunakan ‘agar bisa mencintai dan dicintai’ sebagai alasan untuk menikah.

Cinta tidak egois

Karena cinta itu tidak egois. Kamu bisa mencintai seseorang, tapi tidak bisa memaksa untuk dicintai oleh orang lain.

Kita bisa mencintai seseorang, tapi tidak bisa memaksa untuk dicintai oleh orang lain.Click To Tweet

Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa ‘kerinduan untuk dicintai’ adalah kebutuhan mendasar setiap manusia. Yang seharusnya sudah terpenuhi sejak masa kanak-kanak, agar tidak menimbulkan masalah saat memasuki usia dewasa.

Dan untuk kebahagiaan, suatu keadaan dimana seseorang merasa puas/senang/suka cita. Kebahagiaan berhubungan dengan kenyamanan hati. Jadi kebahagiaan bersumber dari dalam diri.

Bahagia itu tentang mau atau tidak mau, terserah kita mau pilih yang mana.Click To Tweet

Sudah jelas jika akhirnya kedua hal itu hilang, untuk apa lagi pernikahan dipertahankan. Makanya, aku tidak setuju jika ada orang yang ingin menikah dengan alasan cinta (agar bisa mencintai dan dicintai) dan agar bisa bahagia.

Pernah hidup dalam dunia ini, pria yang memiliki 1000 wanita, namun tetap merasa hampa. Jelas, bahwa selingkuh bukan solusi dalam sebuah pernikahan.

Orang Ketiga dalam Pernikahan yang mempersatukan

Setelah kita menemukan titik permasalahan nya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ada solusi untuk mengembalikan cinta dan kebahagiaan yang hilang dalam pernikahan?

Pastinya ada!

orang-ketiga-dalam-pernikahan-dan-buah-roh

Cinta dan kebahagiaan adalah buah roh

Jika kamu pernah membaca Alkitab, tertulis dalam Galatia 5 daftar panjang perbedaan antara perbuatan/buah/hasil daging dan perbuatan/buah/hasil roh. Spesifik di ayat 22-23 tertulis :  Cinta, kebahagiaan, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Entah sadar atau tidak dalam hubungan pernikahan/rumah tangga, terdapat hubungan yang saling berkaitan antara cinta, kebahagiaan dan damai sejahtera.

Sebuah rumah tangga yang berlimpah kasih sayang, akan memberikan kebahagiaan dan menciptakan kedamaian bagi para anggotanya.Click To Tweet

Yang namanya buah, dihasilkan dari pohon. Dan tidak ada pohon yang sibuk sendiri berusaha untuk mencangkul tanah di sekitarnya, menyiram diri nya dengan air, menambahkan pupuk untuk diri nya.

Lalu apa yang dilakukan pohon? Diam !!

Kelihatannya dia memang diam. Tapi, jika kita melihat kedalam tanah, akarnya mencari sumber air dan  menyerap bahan makanan yang ada di tanah sekitar tempat dia ditanam. Dibantu dengan sinar matahari yang mengubah unsur hara dalam tanah menjadi makanan melalui proses fotosintesis.

Dari sebuah biji, yang lalu bertunas, dilanjutkan dengan bertumbuh besar, dan pada musimnya pohon mengeluarkan buah.

Apa yang perlukan pohon untuk bertumbuh dan berbuah? Air, makanan (dari tanah), matahari.

Seperti itulah buah roh dihasilkan.

Roh tumbuh dan berbuah jika mendapatkan Air=Roh Kudus, Makanan=Firman Tuhan, Matahari=Cinta Allah.

Berbuah itu alami, bukan paksaan

Saat aku masih sekolah minggu, aku di haruskan untuk menghafal ayat ini. Sambil aku berpikir, aku harus bisa berbuah… aku harus tinggalkan perbuatan daging… aku harus berbuah…  Kalo tidak berbuah, nanti aku dipotong dan dibakar oleh Tuhan.

Pernah dengar kebohongan yang serupa?

Setelah aku mengerti, bahwa berbuah itu adalah proses alamiah. Maka aku tidak lagi grasa-grusu ingin berbuah.

Roh Kudus sudah punya, Cinta Allah berlimpah, Firman Tuhan tersedia. Yang perlu saya lakukan adalah makan.. makan.. dan makan.

Kalo saat ini kamu belum berbuah, coba cek apakah roh-mu sudah diberi makan?

Jika sudah, tetap makan…  dan Tunggu! Pada musimnya kamu akan berbuah.

Buah tidak keluar melalui paksaan
Apalagi omelan
Cukup kan makanan
Dekat-dekatan dengan Tuhan
Lalu tunggu dan perhatikan

Berubah oleh pembaharuan Pikiran

Dalam Galatia 5 dijelaskan perbedaan antara perbuatan daging dan perbuatan roh. Seperti yang sudah kita ketahui, perbuatan adalah hasil. Sumbernya adalah dari dalam diri. Apa yang dari dalam akan ter-manifestasi keluar melalui tindakan atau ucapan.

Sama seperti cerita serigala jahat dan serigala baik, yang ada didalam diri kita. Serigala mana yang diberi makan, dia yang akan lebih berkuasa/menang.

Rubah dirimu, dan orang disekitar kamu juga akan berubah.

Untuk kamu yang belum mengerti, manusia itu terdiri dari Tubuh, Jiwa, dan Roh.  Saat roh diperbaharui dan diberikan makan, jiwa juga berubah, yang berlanjut pada pembaharuan pikiran. Dan tindakan pun akan berubah.

Trus, apa hubungan nya ini semua dengan orang ketiga yang mempersatukan?

Orang ketiga dalam pernikahan ku

Semua pengertian ini, aku dapatkan setelah pertemuan ku dengan  Kekasih sejati ku. Sebelumnya aku adalah istri yang nagging sama suami. Oleh Dia kebutuhanku untuk dicintai terpenuhi.

Saat aku mengerti, aku dicintai oleh-Nya tanpa syarat.  Aku tidak lagi merengek-rengek pada suami (atau orang lain) untuk minta dicintai.

Cinta-Nya membuatku bahagia
Cinta-Nya memberikan kedamaian yang melampaui segala akal.
Cinta-Nya merubah ku menjadi ciptaan baru

 

Jadi, saran aku untuk kamu yang benar-benar ingin mempunyai orang ketiga dalam pernikahan, ambil Yesus. Dia bisa mempersatukan hubungan kalian.

 

Related Post

Blueprint Hubungan Suami Istri Hubungan suami istri memang indah saat pernikahan bahagia, it's like heaven on earth. Namun saat pernikahan dalam fase kehancuran, it's like hell on e...
Apakah harus Bercerai atau Bertahan? 3 Masalah per... Apakah pernikahanmu, sedang dihadapkan pada pilihan untuk bercerai atau bertahan. Memang tidak mudah. Berawal dari beberapa minggu yang lalu. Saat ...
Saran Praktis: Pasangan dapat Dimenangkan Tanpa Pe... Mungkin kamu pernah dengar bahwa 'Iman tanpa perbuatan adalah mati'. Nah, dimenangkan tanpa perkataan adalah hasil dari perbuatan iman tunduk pada sua...
10 Ayat Alkitab untuk Pernikahan yang lebih baik Sebagai seorang pengikut Kristus, Alkitab adalah buku pegangan untuk semua segi kehidupan saya. Termasuk didalamnya kehidupan pernikahan. Saya akan sh...
Saat pernikahan bermasalah, ini yang saya lakukan. Pagi ini masih terpengaruh pada amarah tadi malam yang menggebu, dan langsung ambil keputusan untuk mengibarkan bendera putih, sebagai tanda ketidakma...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.