Pasangan yang tidak sepadan

Beberapa hari yang lalu, ada teman yang bertanya tentang kemungkinan berpacaran dengan orang yang tidak seiman.

Aku jawab, jangan !!

Karena memang Firman Tuhan juga mengatakan tidak boleh

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
(2 Kor 6:14)

Serius, aku sangat tidak menyarankan untuk kamu pacaran dengan orang yang tidak seiman.

Aku ingat saat aku pacaran dengan suamiku (dia belum mengenal Tuhan) saat itu aku pikir, ‘ga apa-apa lah kan cuma iseng doang, Klo mau menikah, aku pasti akan cari pasangan yang seiman’

Ternyata… yang awalnya iseng, aku malah jatuh cinta beneran sampai akhirnya, setelah kurang lebih 3thn pacaran,  kami memutuskan untuk menikah

Dunia pernikahan sama sekali berbeda dengan dunia pacaran, apalagi setelah ada anak yang harus kita asuh bersama. Perbedaan prinsip yang mendasar antara orang percaya dan belum percaya dapat menjadi batu sandungan dalam pernikahan. Saat aku masih duniawi, hal tersebut aku pandang enteng, aku pikir, cinta kami dapat mengalahkan segala macam tantangan. Namun, setelah aku semakin dekat dengan Tuhan, perbedaan-perbedaan yang dulu aku anggap hal biasa menjadi besar.

Puji Tuhan, aku punya ibu yang sudah dewasa rohani, jadi walaupun aku sering curhat tentang suami, tidak pernah sekalipun dia menyarankan untuk aku menceraikan suamiku. Dia selalu menjawab dengan bijaksana dan sesuai dengan Firman Tuhan.

Rasul Petrus didalam 1 Petrus 3:1-6 menjelaskan bagaimana cara menghadapi pasangan kita yang belum percaya (suami istri ya, bukan pacaran)

Lain halnya kalo pasanganmu yang mengambil inisiatif untuk meninggalkan alias ga mau lagi hidup sama kamu, maka itu adalah tanda dari Tuhan agar kamu hidup dalam damai sejahtera

Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera
(1 Kor 7:15)

Ingat, bukan kamu yang ambil inisiatif untuk meninggalkan, karena alkitab tidak pernah mengajarkan kita untuk bercerai.

Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan : kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
(1 Kor 7:12-13)

Lembutkan hatimu, bekerja samalah dengan Tuhan untuk kemuliaan namaNYA, Tuhan akan pakai pasanganmu yang belum percaya untuk membentuk karaktermu. Segala sesuatu dapat Tuhan pakai untuk mendatangkan kebaikan bagi kamu (Rm 8:28)

Related Post

Blueprint Hubungan Suami Istri Hubungan suami istri memang indah saat pernikahan bahagia, it's like heaven on earth. Namun saat pernikahan dalam fase kehancuran, it's like hell on e...
Apakah harus Bercerai atau Bertahan? 3 Masalah per... Apakah pernikahanmu, sedang dihadapkan pada pilihan untuk bercerai atau bertahan. Memang tidak mudah. Berawal dari beberapa minggu yang lalu. Saat ...
Orang ketiga dalam pernikahan Orang ketiga dalam pernikahan, seringkali di jadikan alasan kehancuran sebuah hubungan. Walaupun sebenarnya, jika terapkan dengan benar,  malah da...
Cara kami rayakan Ulang Tahun Pernikahan Ke 12 Tanggal 23 Januari kemarin kami merayakan ulang tahun pernikahan ke 12. Hmm... Klo dipikir-pikir, amazed juga kita bisa tetap holding hand selama 12 t...
Cinta bukan hanya hubungan fisik Ok, jadi sekarang kamu sudah punya pacar, kamu cinta sama pasanganmu. Berasa sedih banget klo sehari ga ketemu dia. Dan asiknya, pasanganmu juga sayaa...

One thought on “Pasangan yang tidak sepadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.