Leisure, Review, Travel

Mengunjungi Perpustakaan Nasional yang Baru

Sejak dibuka untuk umum, di bulan September 2017. Baru, di awal Desember 2017, kami berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, disebutkan sebagai perputakaan tertinggi didunia. Terdiri dari dua-puluh-enam lantai (jika digabung dengan basement). Merupakan surga bagi kami, para kutu buku.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan perpustakaan tertinggi didunia. Terdiri dari 26 lantai, surga baru bagi para kutu bukuClick To Tweet

Mengunjungi perpustakaan, adalah kegiatan yang sangat menunjang, proses belajar kami.

Di Perpustakaan, kami bisa baca buku-buku bagus, tanpa harus mengeluarkan biaya.

Walaupun anak kedua saya, Karen 6th, belum bisa membaca. Dia suka perpustakaan, karena banyak mainan dan kesempatan dibacakan banyak buku oleh mama.

Membacakan buku, memang membuat mulut jadi pegal dan haus. Tapi, tak apalah, agar anak-anak cinta buku.

Bagi saya, mencintai buku lebih penting dari sekedar bisa membaca.

Anak yang mencintai buku lebih berharga dari pada, sekedar bisa baca buku.Click To Tweet

Perpustakaan Nasional RI yang baru, BUKAN di Salemba.

Perpustakaan Nasional RI

Sempat nyasar ke Perpustakaan Nasional RI yang lama di daerah Salemba. Kami diberitahu, oleh petugas jaga, untuk mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru, kami harus ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Perpustakaan Nasional yang baru, letaknya dekat dengan Kantor Gubernur Jakarta.

Hanya berjarak lima kilo meter, dari tempat yang lama. Dengan kendaraan pribadi, kami sampai dilokasi dalam waktu lima-belas menit.

Untuk pejalan kaki yang ingin mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru, bisa menggunakan Bus Transjakarta, lalu turun di Halte Balai Kota.

Setelah menyebrang, jalan (kearah patung kuda) sekitar lima-puluh meter, posisi Perpustakaan Nasional RI ada disebelah kiri.

Sekilas dari depan, terlihat bangunan rumah jaman belanda, seperti pendopo. Namun jika kita perhatikan dibelakang nya, menjulang Perpustakaan Nasional RI yang baru.

Di pendopo terdapat galeri foto dan koleksi perpustakaan kuno. 

Pengunjung dengan kendaraan pribadi, langsung diarahkan oleh Pak Satpam menuju tempat parkir di Basement.

Tidak jauh dari lokasi parkir, terdapat lift yang langsung keatas menuju Perpustakaan Nasional RI.,

Saat mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru, jika lift untuk pengunjung lama. Kita bisa gunakan lift barang. Masuk melalui tangga darurat, atau lewat tangga saja.

Eskalator tersedia di lantai satu sampai dengan lantai empat. Lantai lima sampai dengan lantai dua-puluh-empat, hanya bisa diakses melalui lift atau tangga darurat.

Mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru, nyaman dan megah, seperti mall.

Tiba di Lantai satu, anak kedua saya komentar, “Ma, ini perpustakaan? Koq, kaya mall ya, ma”. 

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang baru, terletak di sebelah Balaikota. Tempatnya luas, nyaman, seperti Mall.Click To Tweet

Disini saya menyadari, kerja keras pak jokowi dan team, untuk menaikan derajat Perpustakaan Nasional RI, berhasil!

Lobby Perpustakaan Nasional RI

Di lantai dasar terdapat ATM bersama dengan jaringan Link. Kafe yang nyaman. Layar komputer touch screen besar.

Foto-foto presiden Republik Indonesia, dilengkapi dengan buku-buku tentang mereka.

Rak Buku Perpustakaan Nasional RI

Rak buku yang menjulang sampai ke lantai empat, juga menambah kemewahan Perpustakaan Nasional RI.

Toilet tersedia disetiap lantai.

Dilantai empat tersedia kantin dan toko kelontong. Namun saat kami berkunjung, sekitar pukul dua, makanan sudah habis dan pemilik kios sedang bersiap untuk pulang.

Denah Lantai Perpustakaan Nasional RI

Berikut keterangan tiap lantai Perpustakaan Nasional RI :

Keterangan lantai Perpustakaan Nasional RI

Lantai 1: Lobi Utama
Lanta 2: Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater
Lantai 3: Zona Promosi Budaya Baca Gemar Membaca
Lantai 4: Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan
Lantai 5: Perkantoran
Lantai 6: Data Center/ Musholla
Lantai 7: Layanan Koleksi Anak, Lansia, dan Disabilitas
Lantai 8: Layanan Koleksi Audivisual
Lantai 9: Layanan Koleksi Naskah Nusantara
Lantai 10: Penyimpanan Koleksi Deposit
Lantai 11: Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup
Lantai 12: Ruang Baca Koleksi Deposit
Lantai 13: Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup
Lantai 14: Layanan Koleksi Buku Langka
Lantai 15: Layanan Koleksi Referensi
Lantai 16: Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan
Lantai 17: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Lantai 18: Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Lantai 19: Layanan Multimedia
Lantai 20: Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Ilmu Perpustakaan
Lantai 21: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (Klas 000-049)
Lantai 22: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (Klas 500-999)
Lantai 23: Layanan Koleksi Mancanegara dan Majalah Terjilid
Lantai 24: Layanan Koleksi Budaya Nusantara dan Executive Lounge

Di lantai dua, kami sempat berkunjung ke ruang teater. Menonton adik Oase Eksplorasi, sedang mengadakan presentasi akhir. Hasil kunjungan selama empat hari di Pulau Harapan (bagian dari Kepulauan Seribu).

Ruang Baca Anak, di Lantai Tujuh

Dari lantai dua, kami langsung menuju lantai tujuh. Bagian anak-anak.

Ruang Baca Anak Perpustakaan Nasional RI

Tempat nya luas, nyaman, dan ada banyak macam buku anak-anak. Kakak yang suka komik langsung asik di bagian komik. Adek yang suka princess dan peri langsung muter, cari buku-buku favorite nya.

Bacaan Kezia

Boneka dan buku adek

Boneka dan bacaan Karenhappukh

Kafe yang nyaman

Karena lapar, kami turun kelantai dasar untuk makan siang (menjelang sore).

Kafe terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah ada kursi standar dan bangku tinggi.

Lantai kedua dialasi rumput sintetik, dan disediakan bantal besar, jadi pengunjung bisa tiduran atau sekedar selonjoran.

Kafe di Perpustakaan Nasional RI
Lantai dua, Kafe di Perpustakaan Nasional RI

Karena nasi habis, kami pesan spaghetti, sandwich, dan Pancake.

Spaghetti dan sandwich

Review dari Kezia, untuk kafe di lobby Perpustakaan Nasional RI.

Plus: Tempat nya asik karena ada buku yang bisa dibaca, nyaman, makanan nya enak, harganya terjangkau.

Minus: pelayanan nya lama.

“Mungkin karena kita diatas ya, ma. Jadi kita dicuekin”, Kata Kezia.

Jam Layanan Perpustakaan Nasional RI

Terlalu asik di kafe, saat kami keatas, ternyata ruang baca sudah tutup. 

Jadi, silahkan atur kunjungan dengan memperhatikan Jam Layanan Perpustakaan Nasional RI :

Senin-Jum’at 08.30 – 16.00 WIB
Sabtu-Minggu 09.00 – 16.00 WIB

Jam Layanan Perpustakaan Nasional RI : Senin-Jum'at 08.30 - 16.00 WIB Sabtu-Minggu 09.00 - 16.00 WIBClick To Tweet

Jam-Layanan-Perpustakaan-Nasional-RI

Jadilah kami pulang.

 

Kezia yang kecewa karena belum puas baca buku. Meminta agar kami bisa berkunjung kembali.

Mumpung mama belum kerja. Hayo lah, Senin besok kita datang lagi.

 

 

Related Post

Review Gitar Klasik Valencia untuk Anak 6 Tahun Saya sudah pernah menuliskan keuntungan memainkan alat musik untuk anak, dari pada sekedar mendengarkan musik. Setelah mengetahui hal ini, saya...
7 Pelajaran Kehidupan dari Justice League Hari Minggu pertama di bulan Desember, saya dan anak pertama, kencan berdua. Kami nonton film Justice League dari DC di bioskop Sunter. Berikut 7 Pela...
Review Film Burnt 2015 Bradley Cooper Review Film Burnt, Release Tahun 2015 Bradley Cooper berperan sebagai Chef Adam Jones. Pria yang pernah berada di puncak tertinggi chef yang lalu keh...
Kursus Masak untuk Anak di STP Sahid Roxy Memasak adalah salah satu life skill yang harus dimiliki oleh anak-anak. Saat mama yang tidak jago memasak ini, mempunyai anak yang tertarik untuk men...
Pemandian Air Panas Ciparay Setelah 2 malam nenda di samping Curug Cihurang, kami melanjutkan perjalanan untuk keliling Taman Wisata Gunung Halimun Salak. Ternyata tidak jauh dar...

2 thoughts on “Mengunjungi Perpustakaan Nasional yang Baru

  1. Mbaaa aku baru tau loh perpustakaannya pindah. Ihh jd cakep banget.. 😀 perlu ini kapan2 aku ksana ama anak2. Surga banget kalo buatku. Aku mnding ditinggalin di toko buku ato perpustakaan drpd diajak pergi2 ga jelas :p.. Bisa puas banget baca bukuny

    1. Iyes mba seruu. Koleksi buku lumayan lengkap. Minus nya, belum bisa dipinjam. Jadilah kami bolak balik kesitu hampir tiap hari.

      Oh ya, setelah perpus tutup, kita bisa nyebrang jalan, lalu naik bus tingkat gratis dari TiJe, untuk keliling Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.