Refleksi: Eksplorasi 4 Pulau 2018 Pramuka OASE

Setelah hampir setengah tahun mengikuti persiapan ekspedisi, yang membuat anak pertama saya, Kezia, bersemangat untuk belajar secara mandiri. Dan rela berkegiatan tanpa ditemani.

Hari yang dinantikan itu tiba.

Pramuka OASE : Eksplorasi 4 Pulau 2018

Meski hampir gagal mengikuti ekspedisi yang sudah dinantikannya. Berawal dari HP yang rusak, tidak bisa berinteraksi dengan teman-teman Oase, minim pengetahuan dan tidak mengerjakan tugas, membuat kezia frustasi dan menyerah tidak ingin melanjutkan.

Sampai muncul kabar baik dari Kakak Pembina Pramuka Oase, tentang perubahan lokasi dan memberikan kesempatan kedua untuk adik-adik yang masih berminat mengikuti ekspedisi dan mau mengejar ketinggalan. Bak gayung bersambut, Kezia mulai mempersiapkan segala sesuatunya.

Pagi itu, sambil memandang Kezia memasuki Kapal Sabuk Nusantara 66, pikiran saya melayang mengingat proses persiapan yang sudah dia lakukan.

Mulai dari latihan makanan mentah, persiapan fisik, journaling, mengikuti pertemuan, mempersiapakan menu, belanja dipasar, mengolah makanan, hingga packing.

Sebagai orang tua, mau tidak mau saya juga ikut berproses dan belajar bersama Kezia. Kami belajar menghitung asupan kalori, menemani kezia latihan lari mengelilingin taman, menikmati masakan hasil praktek. Jujur saja, kebanyakan tugas saya hanya mengawasi dan memberi masukan.

Hari ini, saat teman-teman sepermainannya bangun pagi menyambut hari pertama masuk sekolah. Sebagai homeschooler, Kezia menyambut hari ini dengan semangat dan membayangkan apa yang akan dia pelajari secara langsung dari sekolah kehidupan.

Dear my baby girl, you are so blessed.

Sore harinya, kami para ortu diberikan kesempatan untuk telepon. Saya sangat penasaran dan ingin mendengar ceritanya. Jadi, saat Kak Shanty memberi kabar via whatsapp ‘Line telpon dibuka’, I took the first call.

“Hallo kak, gimana hari ini? ” Tanya saya.
“Biasa aja”, begitulah jawaban standar Ceca.
“Kakak kangen mama, nggak? ” lanjut saya
“Enggak” jawab ceca. Saya pun tertawa mendengar jawaban jujurnya. Dan mulai meminta Ceca untuk menceritakan pengalamannya hari ini.

Di kesempatan telpon kedua, yaitu di hari ketiga. Ceca terdengar lebih bersemangat dan bercerita detil tentang keberhasilannya makan ikan. Kegagalannya masak nasi liwet. Dan membicarakan kepulangannya di hari Jumat

“Gimana ekspedisinya? Makanannya oke kan? “, tanya saya, sambil menggoda dia.
“Ekspedisinya seru banget ma. Tapiii… makannya gagal, ikan dimana-mana. Terpaksa Ceca makan, dikiiit. Dari pada Ceca kelaparan. Pokoknya, nanti sampe rumah, Ceca mau masak yang enak-enak”.  Saya hanya tertawa mendengar jawabannya.

Sejak kecil, Kezia memang tidak pernah suka ikan. Dirumah dia lebih memilih tidak makan saat lauknya ikan. Namun ternyata mengikuti ekspedisi kali ini membuat dia belajar, bahwa untuk bertahan hidup, dia harus bisa belajar mencerna apa yang dia tidak suka.

Apa saja yang di pelajari oleh Kezia?

Setiap anak sekolah, akan merasakan Ujian Nasional sebagai tolak ukur hasil belajar. Nah, Eksplorasi 4 Pulau adalah Ujian Akhir dari setiap pelajaran yang diberikan oleh Kakak Pembina (yang adalah ortu homeschooler) sejak awal Tahun ini.

Melalui Eksplorasi 4 Pulau yang diadakan oleh Pramuka Oase  di Tahun 2018. Kezia Belajar : Bahasa Indonesia, Soft Skill, Matematika, Biologi, Geografi, Senirupa menggambar, Tata boga, Keterampilan berkemah,

1. Bahasa Indonesia, Senirupa, Geografi, Biologi

Dari kegiatan journaling saja kezia sudah mempelajari 4 mata pelajaran diatas. Karena, membuat Journal adalah proses kreatif karena mampu mengajak kita untuk menambah dan mempelajari kosa kata baru. Membuat pikiran kita yang mengembara menjadi fokus agar dapat merealisasikannya menjadi kata-kata dan gambar.

2. Soft Skill

Diharuskan mengumpulkan laporan tepat waktu, membuat kezia belajar mengorganisir dan disiplin mengerjakan tugasnya. Termasuk belajar menjadi lebih tepat waktu. Dan tidak mengeluh saat harus melakukan hal yang tidak dia sukai.

3. Camping minim sampah.

Merencanakan dan mempersiapakan perjalanan minim sampah adalah pengalaman yang sangat berharga bagi Kezia, di dunia yang hampir tenggelam oleh sampah yang dibuat manusia.

4. Matematika

Mempersiapakan menu minim sampah, mengaharuskan kezia memperiapkan dan memperhitungkan dengan tepat setiap porsi konsumsi anggota regu. Walupun pada kenyataannya kekurangan makanan dan kehabisan gas. Namun selalu ada yang bisa dipelajari dari kesalahan yang kita lakukan 🙂

Related Post

Nggak Cuma Boracay, Filipina Juga Punya Pantai-Pan... Sejak puluhan tahun lalu, ketika menyebut pantai di Filipina, yang pertama terlintas pasti Boracay. Padahal sebenarnya ada banyak pantai lain di Filip...
Ada Solusinya untuk Pasangan yang menolak homescho... Adakah solusi untuk permasalahan saya, soalnya pasangan menolak homeschooling? Apa yang akan terjadi, jika pasangan suami istri memiliki pandangan ...
Baca : 9 Alasan Absurd !! Jangan Pilih Homeschooli... Apakah kamu sedang memikirkan untuk memulai Homeschooling? Jika iya, kamu berada di tempat yang tepat. Karena, bukan cuma keunggulan, homeschool...
Mengunjungi Perpustakaan Nasional yang Baru Sejak dibuka untuk umum, di bulan September 2017. Baru, di awal Desember 2017, kami berkesempatan untuk mengunjungi Perpustakaan Nasional yang baru. ...
7 Tips Emak Kantoran: Homeschooling dan Orang Tua ... Homeschooling dan orang tua bekerja. Banyak keragu-raguan yang muncul dan pertanyaan di topik ini. Jika saat ini ada ibu/bapak yang sedang memikirkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.