Meditasi Mazmur 23

Buang Kekhawatiran dengan Meditasi Mazmur 23 : Tuhan adalah Gembalaku

Untuk bisa memahami  TUHAN ADALAH GEMBALAKU, pertama kita harus mengerti apakah gembala itu. Siapa yang mengucapkan. Untuk siapa ayat ini di tulis. Kapan dituliskannya. Dimana ayat ini ditulis.

Metode 5W1H biasa saya pakai saat ingin menganaliasa suatu hal. Termasuk saat membaca Alkitab.

Karena iman bukan tentang percaya saja. Bagaimana kita bisa percaya, kalau suatu hal tidak masuk di logika kita?

Karena iman bukan tentang percaya saja. Bagaimana kita bisa percaya, kalau suatu hal tidak masuk di logika kita?Click To Tweet

Dari apa yang telah saya pelajari, secara otodidak. Alkitab bisa dipertanyakan, Alkitab bisa digugat, Alkitab bisa memberikan jawaban (dari pertanyaan bodoh, bahkan konyol) dan masuk logika. Makanya saya percaya.

Setiap orang memiliki kekhawatiran

Waktu itu, anak pertama membagikan ketakutannya.

Baca juga : Menjawab pertanyaan sulit Anak tentang Alkitab

“Ma, aku tuh maunya mama dirumah, menemani kami. Tapi, aku takut papa ga bisa, memenuhi kebutuhan kita.”

“Nak, kalau kamu berharap sama papa, mama bisa jamin kamu akan kecewa. Begitu juga berharap sama mama. Kamu kan punya Yesus. Dia yang akan memenuhi semua kebutuhan kamu. Berharap lah sama Dia.”

Kalau saya berhenti disini, semua yang saya katakan, tentang ‘Berharap pada Tuhan’ akan hancur, dalam pemikiran seorang anak.

Karena manusia, tidak terampil untuk berpikir di luar logika.

Jadi, saya lanjutkan.

Jangan khawatir

“Mama ngerti perasan kamu. Mama juga punya kekhawatiran. Walaupun mungkin kamu, tidak bisa lihat.”

Kezia jawab, “Iya, Kakak tau koq. Mama kan kaya Kakak. Keliatannya aja tenang, tapi di otak rame banget, dengan segala pemikiran dan kekhawatiran.”

Mama lanjut sambil senyum, “Bener nak. Nah, saat mama sedang khawatir, mama akan putar satu ayat di otak mama, Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Ayat yang sangat simple, tapi punya pengaruh yang besar saat kita sudah mengerti artinya.

Mazmur 23:1 Tuhan adalah Gembalaku

Mikha menyatakan bahwa umat Tuhan adalah Domba (1 Raj 22:17), jadi ayat ini memang untuk kita.

Mikha menyatakan bahwa umat Tuhan adalah Domba (1 Raj 22:17), jadi MZM 23 memang untuk kita.Click To Tweet

Siapa yang mengucapkan?

Tuhan adalah Gembala ku di ucapkan oleh nabi Daud.

Kapan puisi ini ditulis?

Sebelum menjadi raja kedua di Israel, Nabi Daud adalah seorang Gembala.

Menurut spurgeon, ayat ini dituliskan setelah Nabi Daud menjadi Raja. Sambil bernostalgia, mengingat masa remajanya, yang bekerja menggembalakan domba ayahnya.

Apa sih Kerjaannya seorang gembala?

Gembala adalah orang yang pekerjaannya mengawasi ternak.
Termasuk didalamnya, memberi makan, memimpin, melindungi saat ada bahaya yang mengancam, membantu, bahkan menggendong bila diperlukan.

Dimana pernyataan ini ditulis kan?

Nabi Daud hidup di daerah timur tengah. Menurut tradisi Timur tengah sudah biasa, jika seorang raja digambarkan sebagai seorang gembala.

Jadi saat Nabi Daud berkata, Tuhan adalah Gembalaku. Dia mengerti benar, kedudukannya dihadapan Tuhannya. Dia sadar akan provision, proteksi dan assurance yang disediakan oleh Tuhannya.

Saat Nabi Daud berkata, Tuhan adalah Gembalaku. Daud sadar akan provision, proteksi dan assurance yang disediakan oleh Tuhannya.Click To Tweet

Saat kita tidak bisa berpikir seperti saat Nabi Daud menuliskannya. Ayat ini tidak akan memberikan manfaat apa-apa untuk kita.

Disinilah pentingnya meditasi akan suatu ayat.

Loh, emang boleh ya orang Kristen meditasi? BOLEH dong!

Meditasi disini artinya, kita mengulang-ulang satu ayat sampai kita hapal dan mendapatkan manfaat dari ayat tersebut.

Mungkin kamu pernah dengar ‘Biar Firman Tuhan jadi Rhema dalam hidupmu’. Itulah maksud dari Rhema, memiliki korelasi/hubungan dengan kehidupan mu.

Bahasa mudahnya, berguna dalam kehidupan mu.

Meditasi membuat suatu ayat menjadi hidup dan mempunyai hubungan dengan kehidupan kita.

Meditasi membuat ayat Alkitab menjadi hidup dan mempunyai hubungan dengan kehidupan kitaClick To Tweet

Bagaimana kita meditasikan ‘Tuhan adalah Gembalaku’?

Sebagai seorang Gembala, Nabi Daud sadar bahwa domba yang dia jaga tidak berdaya tanpa dia. Dan seperti itulah Nabi Daud dihadapan Tuhannya. Dia menyadari kebutuhannya untuk selalu dekat dengan Tuhan.

Baca juga : Dimenangkan tanpa perkataan 

Mari kita lihat satu per satu

Mazmur 23

Tuhan Adalah Gembalaku, Takkan kekurangan aku @MZM23Click To Tweet

Ayat 1, Disini Nabi Daud mengakui dirinya sebagai domba dalam perlindungan Tuhan.

Kedekatan hubungan dengan Tuhan, membuat dia mengenali dan percaya pada kemampuan Tuhan.

Dalam memenuhi SEGALA kebutuhannya.

Kedekatan hubungan dengan Tuhan, membuat kita mengenali dan percaya pada kemampuan Tuhan. Untuk memenuhi SEGALA kebutuhan kita.Click To Tweet

Ayat kedua sampai ayat penutupan, menjelaskan alasan/latar belakang atas pernyataannya di ayat yang pertama.

Ayat 2, ‘Tuhan Membaringkan aku (ya aku, BUKAN orang lain. Tuhan mengenal aku) di Padang yang berumput hijau’ dan ‘Tuhan Membimbing aku ke air yang tenang’.

Keduanya menujukan ketersediaan berkat dan damai dari Tuhan. Analogi yang sangat tepat untuk menggambarkan kehidupan yang dipimpin oleh Tuhan.

Ayat 3, dimulai dengan ‘Tuhan menyegarkan jiwaku’. Nabi Daud sadar hanya Tuhan yang bisa memuaskan jiwanya.

Jadi, kita bisa yakin bahwa mengikuti Tuhan tidak pernah melelahkan.

Ia menuntun aku dijalan yang benar. Untuk mengerti ‘Righteousness Path’. Kita harus menyelami pikiran orang Yahudi.

Saat kita berkunjung ke Israel, di bukit/gunung kita akan melihat jalan setapak menuju puncak. Inilah ‘Jalan yang benar’ (Righteousness Path).

Jalannya tidak menanjak langsung, tapi memutar untuk memudahkan gembala dan domba mencapai puncak. Dan dikiri kanan jalan itu, terdapat rumput segar yang bisa memuaskan para domba.

Bersama Tuhan kita selalu berada di ‘Jalan yang Benar’. Disegarkan, dipuaskan, dijaga.

Bersama Tuhan kita selalu berada di 'Jalan yang Benar'. Disegarkan, dipuaskan, dijaga.Click To Tweet

Jika saat ini kehidupan kekristenan kita terasa melelahkan, coba lihat kembali apakah kita hidup dengan Tuhan, atau hidup dengan Agama.

Ayat 4, dari pengalaman nya sebagai gembala, yang pernah melewati jurang atau lembah yang dalam saat harus mencari domba yang tersesat. Dia menuliskan ayat ini. Disini juga kita bisa tau, bahwa tongkat Gembala bukan digunakan untuk memukul, namun untuk menolong saat menggapai domba yang tersesat. Itulah sebabnya Daud menulis, Gadamu dan Tongkat mu yang menghibur aku.

Ayat 5, adalah pernyataan yang luar biasa. Menyediakan hidangan (pesta/kemenangan) dihadapan/didepan/muka ketemu muka (bukan dibelakang, disamping, atau jauh-jauh) lawannya.

Mengurapi kepala dengan minyak dan piala melimpah menggambarkan berkat Tuhan yang terlihat jelas oleh lawan-lawan daud

Yang jadi lawannya pasti panas, tuh! Lihat penyertaan Tuhan dalam kehidupan Daud.

Ayat 6, adalah deklarasi Daud tentang kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Daud sadar dia sangat disayang oleh Tuhannya.

Dia pun mengerti Tuhannya tidak akan pernah meninggalkannya.

Implementasi dalam kehidupan sehari-hari

Meditasi-Tuhan-adalah-gembalaku

Dan dalam Dunia Perjanjian Baru, Kristus menyebut dirinya sebagai gembala yang baik, dan orang-orang yang terpilih disebutkan sebagai dombanya (Baca Yoh 10).

It’s all about Jesus.

Betapa indahnya saat kita sudah mengerti arti dari Tuhan adalah Gembalaku. Saat kekhawatiran datang, mari kita gantikan dengan memeditasikan ayat ini.

23:1 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Related Post

Pesan dari anak yang suka memberontak Mungkin karena gambar yang dishare di facebook oleh salah seorang keponakanku. Pikiranku melayang pada masa kecilku, dimana aku dibesarkan oleh Nenek ...
Menjawab Pertanyaan Sulit Anak-Anak di dalam Alkit... Tulisan kali ini, Menjawab Pertanyaan Sulit anak-anak di dalam Alkitab, saya persiapkan untuk disampaikan pada Anak-anak Mighty di GBC Jakarta, pada h...
Identitas anak-anak Tuhan didalam Yesus Kristus Tulisan ini disiapkan untuk diberikan pada anak-anak sekolah minggu GBC Jakarta. Betapa indahnya jika semenjak kecil, anak-anak kita sudah mengerti id...
Cara untuk mencapai kehidupan yang memuaskan   Apakah kamu salah satu dari manusia yang pernah berpikir, adakah kehidupan yang benar-benar memuaskan? Kamu sering berandai-andai, kalau saj...
Surat dari Bapa AnakKu... Mungkin kamu belum mengenalku, tapi aku tau segalanya tentang kamu Mzm 139:1 Aku selalu memperhatikan saat kamu duduk ataupun saat kam...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.