baby-holding-human-finger

Untuk Mama Baru

Rasa tidak aman menyatu dengan ketakutan yang muncul saat kamu melihat kembali kepada kehidupan mu sendiri. Kamu menginginkan yang terbaik untuk bayi mu. Di lain pihak, kamu juga khawatir jika kamu tidak bisa memberikan yang terbaik

Seringkali, saat bayi mu menangis, kamu pun ikut menangis. Dengarlah saat kukatakan ini : KAMU BISA MELAKUKANNYA.

Kamu dan bayi mu sama-sama belum berpengalaman dan baru saja memulai petualangan yang besar bersama.
Perjalanan panjang mengandung, melahirkan seorang bayi dan menjadi seorang ibu memang tidak mudah, namun kamu melakukannya dengan baik.

Dalam menjadi ibu kamu akan sering menemukan bahwa hal sulit dan indah dapat terjadi bersamaan.

Mungkin kamu tidak merasa hebat. Namun untuk bayi mu, kamu adalah mama terbaik didunia, kamu adalah seluruh dunianya. Ada saat dimana kamu tidak menikmati kebersamaan dengan bayi mu. Aku cuma meminta mu untuk melihat wajah mungil nya, mencium hidung kecilnya, dan memeluknya erat-erat. Mungkin keadaan tidak sesuai dengan yang kamu inginkan, namun semuanya akan menjadi Indah.

Kamu boleh menangis saat kamu menggendong nya, tidak ada yang salah dengan hal itu. Bayi mu tidak akan mengetahui perbedaannya, tapi dia akan sadar bahwa kamu mencintainya. Dia akan tumbuh menjadi salah satu anak terindah dan tercantik yang pernah kamu lihat.
Dia akan membawa sukacita bagi hidupmu, dia juga akan membawa kekacauan. Dia akan mengajari mu tentang kehidupan, cinta, keluarga dan iman. Kamu akan belajar untuk tertawa dan menangis lebih dari sebelumnya. Kamu akan belajar artinya mencintai orang lain lebih dari dirimu sendiri.

Perjalanan di didepan mu bukanlah jalan yang mudah. Sambil menulis surat ini untukmu, dengan membayangkan anak-anak ku yang berusia 12 dan 6 tahun, aku bisa katakan padamu bahwa semua itu berharga. Setiap tangisan, kekacauan, pemberontakan, atau perubahan pada tubuhmu, malam-malam kurang tidur, stress. Setiap ketakutan, airmata, dan rasa sakit, Tuhan gunakan untuk menjadikan kehidupan yang indah.

Satu hal lagi : Tolong berhenti mencoba menjadi sempurna. Aku tau kamu menginginkan yang terbaik untuk bayi mu, sama seperti aku menginginkan yang terbaik untuk anak-anakku, tapi aku dan kamu tidak akan pernah bisa menjadi sempurna. Kita adalah ibu yang tidak sempurna yang mencoba untuk melakukan yang terbaik yang kita bisa.

Belajar lah untuk berhenti fokus menjadi ibu yang sempurna dan mulai belajar untuk mencukupkan diri. Dengan cara mencintai bayi mu dengan segala cara yang kamu tau. Saat itulah kamu akan menemukan sukacita dalam menjadi seorang ibu.
Kamu akan menyadari bahwa apa yang kamu lakukan, sudah cukup adanya. Kamu akan tahu bahwa bayi mu tidak membutuhkan kesempurnaan, dia membutuhkan cinta, dan dia perlu diajarkan satu-satu-Nya yang benar-benar sempurna.

Saat ini semuanya terlihat sangat menakutkan. Aku juga mengingat perasaan itu. Namun aku tau sesuatu yang belum kamu ketahui. Bahwa semuanya akan menjadi lebih baik. Sesungguhnya, semuanya akan menjadi lebih indah.

Bertahan lah mama, kamu akan baik-baik saja.

 

Photo by Wayne Evans from Pexels 

Related Post

Escorindo Farewell Party dari Team Operasional Kemarin adalah hari terakhir saya bekerja di PT. Escorindo Jasa Prima, sebagai Manager Operasional. Sepulang kerja, atasan saya sudah menyiapkan Escor...
7 Tips Emak Kantoran: Homeschooling dan Orang Tua ... Homeschooling dan orang tua bekerja. Banyak keragu-raguan yang muncul dan pertanyaan di topik ini. Jika saat ini ada ibu/bapak yang sedang memikirkan ...
Kamu bisa belajar apa saja, di mana saja Beberapa hari yang lalu, aku dan anak pertama ku bercakap-cakap, mengenai kemajuannya dalam belajar biola. Dari yang tidak bisa membaca not balok, ...
Cara mudah membuat simpul pita cantik Membuat Simpul Pita Cantik, bahan Satin Membuat simpul pita cantik, salah satu DIY yang paling mudah. Hiasan-hiasan cantik dari pita, bisa di tempel ...
Bolehkah wanita berkhotbah ? Dengan banyaknya kontradiksi antara wanita dan peranannya dalam gereja, sempat muncul pertanyaan, Bolehkah wanita berkhotbah ? Apakah wanita tidak ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *